logo


Aktor Inggris Ini Minta Pemerintah AS Segera Adili CEO Facebook Zuckerberg, Kenapa?

Pemeran karakter Borat, Sacha Baron Cohen, menganggap CEO Facebook Mark Zuckerberg telah bersalah karena ikut berperan dalam penyebaran berita hoaks terkait vaksin Covid-19

19 Juli 2021 17:53 WIB

Zuckerbeerg
Zuckerbeerg

LONDON, JITUNEWS.COM - Seorang aktor berkewarganegaraan Inggris, Sacha Baron Cohen, pada Minggu (18/7) mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk mengadili CEO Facebook Mark Zuckerberg karena dianggap berperan dalam penyebaran berita hoaks terkait informasi vaksin Covid-19 dalam platform media sosialnya.

Dalam postingan Twitternya, pemeran karakter Borat tersebut mengatakan bahwa dibawah undang-undang AS, para CEO sosial media hampir kebal hukum, dimana hal tersebut sangat tidak masuk akal. Cohen juga meminta agar aturan hukum di AS untuk kaji ulang.

"Presiden (Joe Biden) benar, Facebook membunuh orang-orang. Para CEO setidaknya harus dipenjarakan," ujarnya.


Pakistan Kecewa Afghanistan Tarik Mundur Dubesnya dari Islamabad

"Tangkap dan adili Mark Zuckerberg dan Facebook atas kematian yang telah mereka sebabkan," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden pada Jumat lalu mengatakan bahwa sejumlah platform sosial media besar telah membunuh orang-orang dengan menyebarkan informasi salah terkait vaksin Covid-19.

"Satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah mereka yang tidak divaksin," kata Joe Biden.

Menanggapi pernyataan tersebut, Facebook menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya ikut menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang dijalankan oleh pemerintah AS. Mereka juga ikut mendorong warga untuk bersedia disuntik vaksin.

"Data menunjukkan bahwa 85 persen pengguna Facebook di Amerika Serikat sudah atau bersedia disuntik vaksin Covid-19. Tujuan Presiden Joe Biden awalnya hanya 70 persen warga AS yang sudah disuntik vaksin hingga 4 Juli. Facebook bukanlah alasan atas gagalnya tujuan tersebut," kata Facebook dalam pernyataan tertulisnya.

AS Peringatkan NATO soal Potensi Perang Besar dengan Rusia dan China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia