logo


AS Peringatkan NATO soal Potensi Perang Besar dengan Rusia dan China

Petinggi militer AS menyampaikan bahwa belakangan ini aktivitas militer Rusia dan China di wilayah Atlantik semakin meningkat, dimana hal itu menjadi sebuah ancaman tersendiri bagi NATO

19 Juli 2021 17:10 WIB

Pasukan AS
Pasukan AS istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kepala staf militer AS Jenderal Mark Milley memperingatkan adanya potensi bahaya dari perseteruan global antara sejumlah kekuatan besar dunia. Ia juga mengatakan bahwa NATO memiliki kemampuan untuk mencegah skenario semacam itu untuk menjadi kenyataan.

Berbicara dalam upacara peringatan Komando Pasukan Gabungan NATO Norfolk, sebuah operasi komando gabungan yang dibentuk untuk membendung ancaman Rusia di wilayah Atlantik, Milley memperingatkan bahwa misi utama operasi komando tersebut dalam situasi peperangan adalah untuk "memperjuangkan pertempuran di wilayah Atlantik".

"Saya ingin sampaikan kepada anda bahwa kelangsungan hidup NATO, kesuksesan maupun kegagalan dalam pertempuran yang terjadi di Eropa pada masa depan, akan tergantung pada komando ini," katanya dalam upacara peringatan yang digelar pada Kamis pekan lalu.


Anak Perempuannya Diculik dan Disiksa, Dubes Afghanistan untuk Pakistan Dipulangkan ke Kabul

"Menurut pandangan saya, dunia saat ini sudah memasuki sebuah periode yang berpotensi mengalami ketidak-stabilan, mengingat beberapa negara...dan tentunya kelompok teroris serta kemungkinan beberapa aktor terus berupaya merusak dan mengancam tatanan internasional. Dan mereka berupaya untuk melemahkan sistem kerjasama dan (operasi) keamanan kolektif yang selama ini sudah terbentuk," tambah Milley.

Ia juga menyebut masa Perang Dunia I dan II sebagai "perang paling berdarah dalam sejarah umat manusia". Milley memperkirakan jika jumlah korban tewas di seluruh dunia selama dua masa perang tersebut mencapai lebih dari 150 juta orang.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Komandan Armada Kedua Pasukan AS, Wakil Admiral Andrew Lewis, juga memperingatkan bahwa aktivitas kapal selam Rusia di kawasan Atlantik dan Laut Arktik semakin meningkat, dimana hal itu merupakan ancaman terbesar bagi negara-negara barat sejak era perang dingin.

“Kami kembali menghadapi ancaman di perairan ini. [Rusia dan China] keduanya telah meningkatkan kehadiran mereka di Atlantik, dari Lingkaran Arktik hingga Kutub Selatan,” kata Lewis.

Dalam situasi seperti itu, lanjutnya, NATO “tidak dapat lagi menganggap kita memiliki kendali atas Atlantik, seperti yang kita miliki pada akhir Perang Dingin.”

Pakistan Kecewa Afghanistan Tarik Mundur Dubesnya dari Islamabad

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia