logo


Sejumlah Aktivis Desak Joe Biden Segera Cabut Sanksi dan Embargo Ekonomi Kuba

Sejumlah aktivis menilai selama ini pemerintah AS telah menggunakan kelaparan sebagai senjata dalam melawan pemerintah Kuba

18 Juli 2021 15:30 WIB

Joe Biden
Joe Biden istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sejumlah aktivis menyebut jika pemerintahan Joe Biden telah menggunakan kelaparan sebagai sebuah senjata melawan Kuba. Hal itu ditunjukkan dengan sikap Presiden Joe Biden yang enggan mencabut sanksi yang sudah diberlakukan sejak pemerintahan Donald Trump, yang selama ini telah menghancurkan perekonomian Kuba.

Belakangan ini, Kuba tengah dilanda gelombang aksi protes terbesar sejak 1994 silam, dipicu oleh kemarahan rakyat Kuba atas kurangnya bahan makanan, obat-obatan dan kebutuhan pokok di negara yang berada di wilayah Karibia tersebut.

"AS menggunakan kelaparan sebagai sebuah senjata dan (mereka) memperingatkan pemerintah Kuba untuk tidak menggunakan cara kekerasan (dalam menangani aksi unjuk rasa)," kata Cheryl LaBash, wakil kepala LSM National Netwrk on Cuba, dalam sebuah wawancara dengan Sputniknews.


AS Jatuhkan Sanksi bagi Pemerintah China soal Hong Kong, Beijing: Niatan Licik

LaBash mengatakan bahwa ia dan sejumlah tokoh aktivis lainnya mendesak Presiden Joe Biden untuk segera menormalisasi hubungan diplomatik AS-Kuba serta menghentikan embargo perdagangan yang sudah diberlakukan sejak era Perang Dingin, seperti yang sudah ia janjikan selama kampanye Pilpres 2020.

Pada Kamis lalu, Biden mengatakan kepada awak media bahwa dirinya tidak berencana untuk melonggarkan pembatasan atas pengiriman uang yang dilakukan oleh warga AS kepada sanak saudaranya yang tinggal di Kuba karena ia khawatir jika pemerintah Kuba akan menyita uang tersebut.

Sejak aksi protes terjadi, Washington sudah memperingatkan Havana bahwa mereka tidak akan mencabut kebijakan sanksi yang dijatuhkan oleh mentan Presiden Donald Trump jika pemerintah Kuba tidak segera menghentikan tindak kekerasan dalam menangani para demonstran.

"Kami melihat Trump enam bulan setelah dia menjabat - dia pergi ke Miami dan berpidato menentang Kuba kemudian melanjutkan untuk menerapkan 243 sanksi baru dan menempatkan Kuba dalam daftar teror," kata LaBash.

"Saya tahu bahwa apa yang dilakukan Trump melebihi apa pun yang sudah diberlakukan di Kuba, dan dia dan AS tidak menyesalkan dampak sanksi terhadap kebutuhan kesehatan dan medis rakyat Kuba," tukasnya.

 

Putin Tawari Joe Biden untuk Gunakan Negara Asia Tengah sebagai Pangkalan Militer AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia