logo


AS Jatuhkan Sanksi bagi Pemerintah China soal Hong Kong, Beijing: Niatan Licik

Kementerian Luar Negeri China mengecam keputusan AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabatnya dan mengeluarkan kebijakan business advisory terhadap Hong Kong

18 Juli 2021 14:45 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi China Daily

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Kantor perwakilan Kementerian Luar Negeri China di Hong Kong mengatakan bahwa sanksi baru dari AS terhadap sejumlah pejabatnya dan pembaruan kebijakan business advisory atau larangan bisnis bagi perusahaan internasional di kota tersebut sangatlah tidak sopan dan tidak beralasan, dimana hal itu adalah tindakan "bullying" atau perundungan yang memiliki "niatan licik".

Pada Jumat (16/7), pemerintah AS dikabarkan telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat pemerintah China atas diberlakukannya UU Keamanan Nasional baru di wilayah Hong Kong. UU tersebut dianggap oleh AS dan sejumlah negara barat telah merusak kehidupan demokrasi di bekas wilayah koloni Inggris tersebut.

Pemerintahan Joe Biden juga mengeluarkan kebijakan business advisory atau himbauan untuk tidak berbisnis bagi perusahaan AS di wilayah Hong Kong.


Pakistan Bantah Sediakan Dukungan Udara bagi Kelompok Taliban

Seorang juru bicara Komisi Kementerian Luar Negeri China di Hong Kong mengecam keputusan pemerintah AS tersebut. Ia menyebut sanksi dan kebijakan bisnis advisory tersebut sebagai bentuk intervensi AS terhadap urusan dalam negeri China dan Hong Kong.

"Kekhawatiran (Amerika Serikat) terhadap lingkungan atau situasi bisnis Hong Kong adalah palsu; (Itu) hanya upaya mereka untuk menghancurkan kemakmuran dan stabilitas Hong Kong, yang membahayakan keamanan nasional China," katanya dalam pernyataan tertulis, dikutip Reuters.

Ia menambahkan bahwa implementasi UU Keamanan Nasional telah memperkuat posisi Hong Kong sebagai sebuah kota pusat bisnis dan finansial di dunia. Ia juga menegaskan bahwa perkembangan ekonomi China tidak akan dapat dibendung dengan sanksi dan tekanan yang dijatuhkan oleh AS.

 

Hanya Turis Asing yang Sudah Divaksin yang Diijinkan Masuk ke Perancis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia