logo


Gerindra: Jangan Sampai Rakyat Dikorbankan atau Jadi Ladang Bisnis di Pandemi Covid-19

Andre meminta pemerintah melakukan investigasi atas dugaan pemerasan WNI dengan modus karantina di hotel

17 Juli 2021 15:45 WIB

Andre Rosiade
Andre Rosiade istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, menanggapi soal warga negara Indonesia (WNI) yang dikarantina mengaku diperas setelah pulang dari luar negeri. Dugaan pemerasan dilakukan dengan seakan mereka dipaksa untuk menjalani karantina di hotel mewah selama 14 hari.

Andre meminta pemerintah melakukan investigasi atas dugaan pemerasan tersebut.

"Saya minta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, pihak kepolisian, melakukan investigasi secara menyeluruh. Jangan sampai ada pemerasan kepada rakyat kita. Jangan sampai rakyat kita dikorbankan atau menjadi ladang bisnis di tengah wabah pandemi Covid-19 ini," kata Andre dalam keterangan resminya, Sabtu (17/7).


Kritik Muhadjir Soal Bansos Covid Tak Mungkin Ditanggung Negara Sendiri, PKS: Buat Rakyat Tak Percaya

Andre mengaku banyak mendengar dugaan pemerasan WNI dengan modus karantina mandiri di hotel.

"Saya banyak mendengar kasus ini. Bahkan beberapa bulan lalu keluarga saya mengalami hal yang sama. Pulang dari Amerika Serikat, tante dan sepupu saya sampai menghabiskan uang Rp 100 juta untuk membayar karantina yang dilakukan di hotel," ujarnya.

Pemerintah Disebut Kerja Dobel, Ngabalin: Tidak Hanya Covid, Tapi Juga Lawan Warga Negara Kelas Kambing

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata