logo


Sindir Menteri Nonton Sinetron Saat PPKM, Bintang Emon: Kelihatan Banget Makmurnya, Jam 7 Udah di Depan TV

"Padahal ada yang jam 7 dagangannya ditarik karena udah nggak boleh dagang," sindir Bintang Emon

17 Juli 2021 11:02 WIB

Bintang Emon
Bintang Emon instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komika Bintang Emon turut menanggapi pejabat negara yang menonton sinetron di masa PPKM Dadurat. Ia menyebut hal yang wajar seorang menteri menonton sinetron, namun menurutnya tidak etis apabila disampaikan ke publik.

"Gua setuju menteri itu manusia biasa juga lah, jadi wajar aja kalau Pak Menteri nonton sinetron. Tapi, poinnya menurut gua nggak usah cerita-cerita. Kan sekarang situasi lagi kritis nih. Ada yang dagangannya dirazia, ada yang nggak boleh kerja, ada yang kena oknum galak," ucap Bintang dalam video story di akun Instagramnya, Sabtu (17/7/2021).

Bintang Emon lantas menyindir menteri yang menonton sinetron di masa PPKM Darurat. Ia menyebut menteri tersebut terlihat makmur karena jam 7 malam sudah bisa istirahat di rumah.


Luhut Dorong Percepatan Vaksinasi Gotong Royong di Sektor Industri

"Bapak pemangku kebijakan, bapak yang bertanggung jawab terus ngaku lagi nonton sinetron kan lucu. Jangan kelihatan banget makmurnya, jam 7 udah di depan TV, padahal ada yang jam 7 dagangannya ditarik karena udah nggak boleh dagang,"sambungnya.

Meski tidak menyebutkan identitas yang dimaksud, netizen menduga bahwa sindiran tersebut ditujukan kepada Menko Polhukam Mahfud Md. Pasalnya, Mahfud sempat membuat cuitan di akun Twitter pribadinya yang menyebut sinetron 'Ikatan Cinta' asyik namun ceritanya berputar-putar.

"PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter," tulis Mahfud.

"Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," sambungnya.

PKB soal Mahfud Md Nonton Ikatan Cinta: Tidak Ada Salahnya!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati