logo


Pemerintah Resmi Batalkan Vaksin Berbayar, Vaksin Gotong Royong Tetap Lewat Perusahaan

Pramono menjelaskan bahwa mekanisme pelaksanaan Vaksin Gotong Royong dilakukan sesuai rencana awal yaitu melalui perusahaan

16 Juli 2021 20:04 WIB

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung Biro Pers Setpres

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah secara resmi telah mencabut rencana vaksin berbayar atau vaksin Gotong Royong yang semula akan disalurkan melalui Kimia Farma. Oleh karena itu, semua vaksin Covid-19 dilakukan secara gratis sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Presiden telah memberi arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semua dibatalkan dan dicabut sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam keterangan pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7).

Pramono menjelaskan bahwa mekanisme pelaksanaan Vaksin Gotong Royong dilakukan sesuai rencana awal yaitu melalui perusahaan. Dimana perusahaan yang akan menanggung biaya vaksin bagi karyawan.


Menko PMK Sebut PPKM Darurat Diperpanjang Hingga Akhir Juli, KSP Klaim Belum Diputuskan

"Sehingga mekanisme seluruh vaksin, baik itu vaksin Gotong Royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan, digratiskan pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui PT Kimia Farma Tbk akan melayani Program Vaksinasi Gotong Royong berbayar bagi individu yang bisa diakses di delapan jaringan Klinik Kimia Farma. Harga pembelian vaksin ditetapkan Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

"Untuk layanan Vaksinasi Gotong Royong memang sudah bisa dilaksanakan secara individu dan salah satunya, bisa dilakukan di Klinik Kimia Farma untuk layanan vaksinasi individu tersebut," kata Sekretaris PT Kimia Farma Tbk Ganti Winarno Putro seperti dilansir Antara, Minggu (11/7/2021).

 

Tegaskan Vaksin Gotong Royong untuk Percepat Herd Immunity, Menko PMK: Tidak Ada Niat Jualan!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati