logo


NU dan Muhammadiyah Sarankan Dana Kurban untuk Bansos Covid, MUI Ingatkan Ibadah Kurban Tak Bisa Diganti Uang

"Ibadah kurban tidak dapat diganti dengan uang atau barang lain yang senilai, meski ada hajat dan kemaslahatan yang dituju

16 Juli 2021 17:00 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam menegaskan bahwa ibadah kurban tidak bisa digantikan dengan uang. Hal tersebut, ia sampaikan menanggapi sejumlah ormas Islam seperti PBNU dan Muhammadiyah yang menyarankan dana kurban dialihkan untuk membantu menangani pandemi Covid-19.

"Ibadah kurban tidak dapat diganti dengan uang atau barang lain yang senilai, meski ada hajat dan kemaslahatan yang dituju. Apabila hal itu dilakukan, maka dihukumi sebagai shadaqah," kata Asrorun dalam keterangan resminya, Jumat (16/7/2021).

Asrorun mengatakan bahwa ibadah kurban bisa diwakilkan kepada orang lain atau lembaga dengan menyerahkan sejumlah uang. Namun, orang atau lembaga tersebut wajib membelikan hewan kurban.


Sesalkan Satpol PP Gowa Pukul Ibu Hamil Saat Penertiban PPKM, Muhammadiyah: Arogansi Kekuasaan Harus Dihentikan!

Ia pun menegaskan bahwa pandemi covid-19 bukan halangan bagi seseorang untuk menjalankan ibadah kurban.

"Wabah Covid-19 yang kita alami hari ini bukan suatu halangan untuk menjalankan aktivitas ibadah, salat Idul Adha, dan penyembelihan hewan kurban yang akan kita laksanakan di 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah," ujarnya.

Larang Salat Idul Adha di Masjid, Menag Ingatkan Patuh pada Allah, Rasul, dan Pemerintah Adalah Wajib

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati