logo


Sesalkan Satpol PP Gowa Pukul Ibu Hamil Saat Penertiban PPKM, Muhammadiyah: Arogansi Kekuasaan Harus Dihentikan!

Abdul Mu'ti menilai aparat seharusnya melakukan pendekatan persuasif dalam menertibkan pelaksanaan PPKM darurat

15 Juli 2021 16:03 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu\'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyanyangkan tindakan petugas satpol PP yang memukuli sepasang suami-istri pemilik warung kopi di Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (14/7/2021). Dimana sang istri disebutkan tengah hamil 8 bulan. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk arogansi kekuasaan yang harus dihentikan.

"Kami sangat menyayangkan tindakan oknum aparat yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat. Model-model arogansi kekuasaan harus dihentikan," kata Abdul Mu'ti seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (15/7/2021).

Abdul Mu'ti menilai aparat seharusnya melakukan pendekatan persuasif dalam menertibkan pelaksanaan PPKM darurat, bukan dengan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat. Ia pun meminta pemerintah memberi sanski kepada petugas Satpol PP tersebut apabila terbukti salah.


Iwan Sumule: Penangan Covid di Bawah Luhut Bukan Terkendali, Tapi...

"Jika terbukti bersalah, oknum aparat tersebut dapat diberikan sanksi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 adalah masalah yang harus diselesaikan bersama-sama. Ole karena itu, ia meminta aparat keamanan mamahami kondisi sulit masyarakat. Begitu juga dengan masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku.

MUI Sumbar Protes PPKM Darurat, Bolehkan Salat Id di Lapangan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati