logo


Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Penjara

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo terbukti bersalah menerima uang suap dengan total Rp25,7 miliar

15 Juli 2021 15:52 WIB

Edhy Prabowo
Edhy Prabowo Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo terbukti bersalah menerima uang suap dengan total Rp25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster atau benur. Edhy divonis 5 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Edhy Prabowo terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa 5 tahun dan pidana denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan," ujar hakim ketua Albertus Usada di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/7).

Hakim mengatakan bahwa Edhy merima suap melalui beberapa anak buahnya. Edhy menerima uang suap sebesar USD 77 ribu dari Direktur PT DPPP, Suharjito. Uang tersebut diberikan agar PT DPPP cepat mendapatkan izin budidaya dan ekspor benur.


Tegaskan Tak Perintah Terima Suap Benur, Edhy Prabowo: Tuduhan Amat Dipaksakan!

"Saksi Suharjito berikan uang ke Safri USD 77 ribu sambil katakan 'ini titipan buat Menteri'. Selanjutnya saksi Safri sampaikan uang tersebut ke Terdakwa," ujar hakim.

Edhy juga menerima uang keuntungan Rp24 miliar dari PT ACK terkait ekspor benur.

"Terdakwa menerima USD 77 ribu dari Suharjito selaku Direkur PT DPPP dan uang Rp 24.625.587.250," kata hakim.

"Menimbang bahwa meskipun uang Rp 24.625.587.250 tidak diberikan secara langsung ke Terdakwa, karena uang Rp 24.625.587.250 merupakan keuntungan tidak sah dari PT ACK terkait biaya pengiriman ekspor BBL, dan pada akhirnya uang tersebut digunakan kepentingan pribadi, maka menurut hakim uang Rp 24.625.587.250 tersebut merupakan bagian dari memberi atau menjanjikan sesuatu yang diberikan secara tidak langsung ke Terdakwa," jelas hakim.

Eks Menteri KP Akui Dipungut Prabowo Subianto dari Comberan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata