logo


Iran Hanya Akan Lanjutkan Negosiasi Pemulihan Perjanjian Nuklir Saat Presiden Baru Sudah Dilantik

Iran dan AS sejak April lalu sudah terlibat dalam proses negosiasi panjang terkait upaya pemulihan perjanjian nuklir Iran 2015 atau JCPOA

15 Juli 2021 14:45 WIB

Presiden Iran Ebrahim Raisi
Presiden Iran Ebrahim Raisi Al Jazeera

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Iran menyatakan bahwa pihaknya untuk saat ini belum siap melanjutkan proses negosiasi terkait upaya pemulihan perjanjian nuklir Iran 2015 atau JCPOA dengan Amerika Serikat hingga Presiden terpilih Ebrahim Raisi telah dilantik secara resmi. Hal itu disampaikan oleh seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya, kepada Reuters, pada Rabu (14/7).

Narasumber tersebut mengatakan bahwa Iran kemungkinan besar akan melanjutkan proses negosiasi yang digelar di Vienna, Austria, pada pertengahan Agustus mendatang.

"Mereka tidak siap untuk kembali (bernegosiasi) sebelum pemerintahan baru dilantik," kata diplomat anonim tersebut.


Pesawat Pembom AS Kembali Dekati Wilayah Perbatasan Rusia

"Kemungkinan setelah pertengahan Agustus," tambahnya.

Proses negosiasi terkait pemulihan perjanjian nuklir Iran 2015 itu sendiri sudah dimulai sejak April lalu, namun terpaksa ditunda pada 20 Juni karena Iran saat itu tengah menggelar pemilihan umum presiden.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengkonfirmasi jika Iran telah meminta waktu karena adanya transisi pemerintahan.

"Kamis sudah bersiap untuk melanjutkan proses negosiasi tapi pihak Iran meminta tambahan waktu untuk mengurusi transisi kepresidenan mereka," kata juru bicara Kemenlu AS tersebut.

Beijing Desak Pakistan Segera Selidiki Penyebab Ledakan Bus yang Tewaskan Sejumlah Pekerja China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia