logo


Beri Izin Penggunaan Ivermectin Saat Uji Klinis Berjalan, BPOM: Harus Dengan Resep Dokter!

Penggunaan 8 merek obat Covid-19 harus dilakukan di fasilitas kesehatan dengan pengawasan dokter.

15 Juli 2021 12:46 WIB

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memberikan keterangan kepada wartawan. dok. Badan POM

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito membenarkan bahwa pihaknya memberikan izin penggunaan darurat (UEA) delapan merek obat untuk terapi Covid-19 saat uji klinik berjalan atau expanded eccess program (EAP). Meski demikian, ia mengatakan bahwa pengunaan 8 merek obat tersebut harus dilakukan di fasilitas kesehatan dengan pengawasan dokter.

Diketahui, depalan merek obat terapi Covid-19 yang dizinkan BPOM yaitu Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azithromycin, dan Dexametason (tunggal).

"Ivermectin dapat diakses melalui uji klinik di 8 rumah sakiit yang mengikuti uji klinik, dan di rumah sakit lain sesuai dengan petunjuk teknis EAP. Perluasan akses obat uji, seperti Ivermectin saat ini dengen resep dokter dan dosis sesuai uji klinik," kata Penny seperti dilansir CNNIndonesia.com, (Kamis 15/7/2021).


Dukung Penindakan Penimbun Obat Covid-19, LaNyalla: Terus Telusuri Kasus-kasus Serupa

Sebelumnya, BPOM telah memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin pada akhir bulan Juni. Saat ini, uji klinik masih berjalan di delapan rumah sakit. Delapan rumah sakit tersebut yatiu RS Persahabatan Jakarta, RS Sulianti Saroso Jakarta, RSPAD Gatot Soberoto Jakarta, RS Angkatan Udara Jakarta, RS Umum Suyoto Jakarta, RS Darurat Covid-19 Wisma Atelet, RS Sudarso Pontianak, dan RS Adam Malik Medan.

Meski demikian, Penny belum bisa menyampaikan data atau informasi lebih lanjut terkait uji klini tersebut ke publik.

"Belum ada datanya. Hasil riset dibuka setelah ada analisa dan kesimpulan tentunya," ujarnya.

Selain Ivermectin, Ini Daftar Obat Terapi Covid-19 yang Diizinkan BPOM

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati