logo


Luhut Usul Jam Kerja Buruh Dikurangi, PPP: Harus Dipastikan Tidak Mengurangi Gaji

Luhut meminta jadwal kerja buruh diatur ulang selama PPKM Darurat.

14 Juli 2021 16:17 WIB

Achmad Baidowi
Achmad Baidowi ppp.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta jadwal kerja buruh diatur ulang selama PPKM Darurat.

Sekretaris Fraksi PPP DPR, Achmad Baidowi, menyebut bahwa pengurangan jam kerja harusnya dilakukan sejak awal diterapkannya PPKM Darurat.

"Seharusnya sudah diterapkan sejak awal, sehingga pelaksanaan bisa lebih maksimal. Kami harap kebijakan lainnya juga dievaluasi supaya tidak tambal sulam lagi," kata pria yang akrab disapa Awiek ini kepada wartawan, Rabu (14/7).


Covid Masih Tinggi, Akankah PPKM Darurat Diperpanjang? Ini Kata Jubir Luhut

Awiek mewanti-wanti soal gaji jika jam kerja dikurangi jadi 15 hari dalam sebulan.

"Terkait dengan masuknya buruh yang dikurangi jadi 15 hari, maka harus dipastikan tidak mengurangi gaji bulanan. Atau setidaknya, kalau mereka dapat honor harian, bagaimana yang kekosongan hari tersebut?" katanya.

Sebelumnya, Luhut meminta jadwal kerja buruh diatur ulang selama PPKM Darurat. Luhut ingin buruh bisa bekerja di tempat kerja 15 hari dalam sebulan.

"Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di tempat kerja. Ini juga pada prinsipnya untuk menghindari para pekerja/buruh tersebut 'dirumahkan'," ucap Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi secara virtual, Selasa (13/7).

Kasus Positif dan Kematian Baru Covid RI Tertinggi di Dunia, Ustaz Hilmi: Tenang, Katanya Masih Terkendali

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata