logo


4 Gaya Hidup yang Membuat Penggunaan Pinjaman Online Makin Bermanfaat

Inilah mengapa pinjaman online seringkali dijadikan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan mendesak

13 Juli 2021 18:46 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Derasnya kemunculan pengguna baru pada layanan pinjaman online memunculkan tren baru di kalangan masyarakat dalam mendapatkan solusi untuk atasi masalah keuangan.

Syarat dan proses pengajuan yang ketat pada pinjaman konvensional menjadi salah satu faktor pendukung utama mengapa pinjol begitu cepat meraih popularitas.

Bayangkan saja, cukup dengan bermodalkan KTP serta beberapa data pribadi lainnya, pinjaman online atau biasa dikenal sebagai pinjol bisa diajukan melalui aplikasi di smartphone.


Maraknya Penawaran Pinjaman Online via SMS dan WA, Kementerian Koperasi Lakukan Ini

Berbeda dengan kredit di bank, dana dari pinjaman online dapat dengan bebas digunakan oleh peminjam untuk memenuhi kebutuhan apapun tanpa terkecuali.

Inilah mengapa pinjaman online seringkali dijadikan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Akan tetapi, pemanfaatan layanan pinjaman ini harus dilakukan dengan cara yang tepat serta mengutamakan keamanannya.

Pasalnya, selain mewaspadai agar tak terjebak pada layanan ilegal, pinjaman online juga memiliki tingkat bunga yang relatif lebih tinggi ketimbang pinjaman konvensional. Tenor pelunasannya pun terbilang cukup singkat sehingga lebih sulit mengatur nominal cicilan per bulannya.

Kalau sampai digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau gaya hidup yang kurang tepat, tak mengherankan jika pinjol hanya akan menjadi sumber masalah bagi keuangan penggunanya.

Nah, agar hal tersebut tidak terjadi, berikut ada sedikit bocoran tentang 4 gaya hidup yang wajib dicanangkan agar pemakaian pinjaman online memberikan manfaat yang optimal.

1. Tak Digunakan untuk Menutupi Beban Utang Lainnya

Anda pasti mendengar pepatah yang berbunyi “gali lubang, tutup lubang”. Pepatah tersebut kerap digunakan untuk menggambarkan kebiasaan seseorang yang mengajukan utang baru untuk melunasi beban utang yang lama. Hal tersebut terus dilakukan hingga pada akhirnya utang kian menumpuk dan semakin sulit untuk dilunasi.

Faktanya, pinjol tak jarang digunakan untuk hal tersebut oleh sebagian orang. Alasannya karena layanan tersebut memiliki syarat dan proses pengajuan ringan, serta pencairan dana instan. Tentu saja penggunaan pinjol untuk kebutuhan ini harus dihindari.

Mungkin, pada awalnya Anda hanya berniat menggunakan pinjaman online untuk melunasi cicilan kartu kredit yang menumpuk. Padahal, tingkat bunga pada pinjol jauh lebih tinggi ketimbang kartu kredit dan pasti nominal cicilannya akan menjadi lebih berat.

Solusi yang seharusnya dilakukan adalah mengajukan keringanan pada penyedia layanan kartu kredit atau pinjaman lainnya. Biasanya, dengan mengajukan keringanan tersebut, penyedia layanan bisa memberikan perpanjangan tenor pelunasan ataupun menurunkan tingkat bunga agar cicilannya lebih terjangkau. Cara ini tentu jauh lebih efektif dan aman, bukan?

2. Hanya untuk Memenuhi Kebutuhan yang Penting dan Produktif Saja

Jangan pernah menggunakan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya konsumtif dan tak memberikan manfaat jangka panjang. Alasannya kembali lagi pada manfaat ideal dari layanan tersebut, yakni memenuhi kebutuhan yang mendesak, tidak dapat ditunda lagi pembayarannya, dan bersifat produktif.

Pinjaman online cocok dijadikan sebagai pengganti dana darurat karena dana pinjamannya bisa dicairkan secara instan. Namun, keunggulan tersebut acap kali malah dimanfaatkan untuk berbelanja demi hasrat atau kesenangan sesaat saja.

Gaya hidup tersebut sudah pasti akan mendorong Anda untuk menjadi boros, konsumtif, hingga impulsif setiap kali berbelanja.

3. Hindari Gunakan Pinjaman Online untuk DP Kendaraan atau Rumah

Bagi sebagian orang, kendaraan bukan semata menjadi alat transportasi yang mempermudah aktivitas sehari-hari saja, namun juga sebagai alat untuk menunjang gaya hidup dan prestise. Alhasil, tak sedikit yang memutuskan untuk membeli kendaraan dengan harga lebih mahal dengan cara kredit.

Sebenarnya, tidak ada salahnya membeli kendaraan dengan cara kredit. Namun, yang menjadi masalah adalah saat Anda memutuskan untuk membayar DP pembeliannya dengan bantuan pinjol.

Saat melakukan hal tersebut, Anda akan memiliki beban 2 cicilan sekaligus yang harus dibayarkan setiap bulan.

Kewajiban membayar cicilan kendaraan saja biasanya sudah cukup banyak menggerus keuangan, apalagi kalau harus dibebani dengan cicilan pinjol pula. Kalau sampai salah perhitungan, beban cicilan yang terlalu besar berisiko menyebabkan penunggakan cicilan hingga kredit macet.

Konsekuensinya, Anda harus membayar denda keterlambatan, skor kredit menurun, dan penyitaan kendaraan.

4. Jangan Manfaatkan Pinjol untuk Penuhi Kebutuhan Pokok

Kebutuhan pokok sudah seharusnya bisa dipenuhi dengan pemasukan yang didapatkan secara rutin. Akan tetapi, ada saja orang yang memiliki gaya hidup di luar kemampuan finansialnya sampai harus mengajukan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Walaupun tidak ada batasan tentang penggunaan dana pinjaman, bukan berarti Anda berhak menggunakannya untuk memiliki gaya hidup yang lebih tinggi dari kondisi keuangan. Jika berlangsung dalam jangka waktu lama, kebiasaan tersebut hanya akan memupuk beban cicilan dan menjadi masalah keuangan serius di masa depan.

Kalau dirasa pengeluaran rutin saat ini terlalu tinggi, lakukan evaluasi dan hilangkan kebutuhan yang tidak terlalu penting atau tidak mendesak. Cara lainnya adalah dengan mencari sumber penghasilan tambahan agar seluruh kebutuhan bisa lebih mudah Anda penuhi.

Jangan Ajukan Pinjaman Online Sebelum Memastikan Cicilannya Mampu Diatasi Keuangan

Kehadiran layanan pinjaman online oleh perusahaan fintech pada dasarnya menjawab keluhan masyarakat yang kesulitan mengakses layanan keuangan dari perbankan atau lembaga finansial konvensional lainnya.

Dengan syarat yang mudah dan proses simpel, pinjaman online dapat menjadi solusi mengatasi masalah keuangan bagi lebih banyak kalangan. Akan tetapi, demi menjamin keamanannya, pastikan untuk mengikuti cara penggunaan pinjol di atas sembari menggunakan layanan yang terdaftar di OJK saja.

Dukung Bareskrim Sikat Pinjol Ilegal, Gerindra: Keberadaan Satgas OJK Tidak Maksimal

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar