logo


Sputnik V Diklaim sebagai Vaksin yang Paling Aman dari Efek Samping

Menteri Kesehatan Serbia mengatakan bahwa vaksin Sputnik V berpotensi sangat kecil menimbulkan efek samping

13 Juli 2021 12:30 WIB

Vaksin Sputnik V buatan Rusia
Vaksin Sputnik V buatan Rusia istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, telah teruji menjadi vaksin yang memiliki kemungkinan paling kecil menimbulkan efek samping diantara vaksin Covid-19 yang ada sejauh ini. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Serbia Mirsard Djerlek pada Senin (12/7).

"Kami tidak mengalami reaksi merugikan yang serius dengan salah satu dari empat vaksin yang digunakan. Adapun Sputnik V, bersama dengan vaksin lain, menyebabkan efek samping paling sedikit, dan kami berbicara tentang vaksin berkualitas sangat tinggi, jadi kami bangga kami memproduksinya," kata Djerlek.

Ia menambahkan bahwa 48,6% dari populasi orang dewasa Serbia telah menerima dosis kedua vaksin Covid-19, dengan sekitar 25% diantaranya menerima suntikan Sputnik V.


Sindir Menkes Terkait Vaksin Berbayar, Faisal Basri: Barangkali Lupa Dia Bukan Wamen Lagi

Serbia meluncurkan kampanye vaksinasi nasional pada 24 Desember 2020. Pada pertengahan April lalu, Lembaga Investasi Langsung Rusia (RDIF), yang mempromosikan Sputnik V di luar negeri, mengumumkan dimulainya produksi vaksin Rusia tersebut di Serbia, tepatnya di Institut Torlak Beograd. Selain Sputnik V, Serbia juga telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Sinopharm China.

“Saat ini prioritas utama kami adalah meyakinkan kaum muda berusia 17 hingga 30 tahun untuk divaksinasi, karena persentase imunisasi pada kelompok usia ini hanya 17,4%, dan mereka termasuk yang ragu-ragu,” kata Djerlek.

Studi dari Serbia, Argentina, Brazil dan San Marino hanya menemukan efek samping ringan pada mereka yang divaksinasi dengan Sputnik V, tanpa timbulnya efek pembekuan darah yang dilaporkan. Korea Selatan, Argentina, dan India juga diketahui sudah memproduksi Sputnik V di wilayah mereka, sementara banyak negara lain, termasuk Hongaria dan Iran, saat ini juga masih mengimpor Sputnik V.

Perang Lawan Covid, Kostrad Gelar Serbuan Vaksinasi di 5 Titik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia