logo


Pemerintah Inggris Tak Terima Sejumlah Pemain Timnasnya Dapat Pelecehan Rasis

Sejumlah pemain timnas Inggris mendapat pelecehan rasial di sosial media usai gagal mencetak gol dalam babak adu pinalti pada partai final Euro 2020 melawan Italia

12 Juli 2021 18:46 WIB

Para pemain timnas Inggris yang kecewa usai menderita kekalahan atas Italia di final Euro 2020
Para pemain timnas Inggris yang kecewa usai menderita kekalahan atas Italia di final Euro 2020 istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Sejumlah pemain timnas Inggris berkulit hitam dikabarkan telah menjadi target serangan ujaran rasis di media sosial usai kekalahan mereka di partai final Euro 2020 melawan Italia. Serangan rasis tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, mulai dari skuat timnas Inggris sendiri hingga tokoh pemerintah dan anggota kerajaan Inggris.

Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka merupakan beberapa pemain timnas Inggris yang menerima serangan rasis dari para pendukung usai gagal mencetak gol dalam babak adu penalti melawan Italia.

"Bagi beberapa dari mereka, dilecehkan adalah sesuatu yang tidak bisa dimaafkan," kata Southgate dalam konferensi pers.


China Sebut Kapal AS Kembali Masuk ke Wilayah Teritorinya di Dekat Pulau Paracel

"Tim Inggris layak dihargai sebagai pahlawan, bukan dilecehkan secara rasis di sosial media," kata PM Inggris Boris Johnson dalam postingan Twitternya.

Pangeran William juga mengecam serangan rasisme yang dialami oleh sejumlah pemain timnas Inggris.

"Ini sangat tidak dapat diterima bahwa para pemain harus menghadapi tindakan mengerikan seperti ini," kata cucu Ratu Elizabeth II tersebut.

"Ini harus dihentikan sekarang dan semua yang terlibat harus diadili," kata William yang juga menjabat sebagai presiden FA.

Lembaga sepakbola Eropa, UEFA, juga mengecam tindakan pelecehan dan meminta agar pendukung atau siapapun yang melakukan hal itu untuk dijatuhi sanksi yang tegas.

Polisi London mengatakan bahwa para petugas mereka sebenarnya sudah menyadari tindak pelecehan dan pernyataan rasis tersebut. Mereka juga mengatakan akan segera mengambil tindakan.

Seorang juru bicara Twitter juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menghapus lebih dari seribu cuitan dan secara permanen men-suspend sejumlah akun yang dinilai menyebarkan ujaran rasisme.

 

Meski Sudah Lockdown Tiga Pekan, Situasi Wabah di Sydney Malah Memburuk

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia