logo


Juru Bicara Pentagon Khawatir dengan Cepatnya Taliban Menguasai Wilayah Afghanistan

Juru bicara Kemenhan AS mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya mencari opsi untuk bangun pangkalan militer di negara tetangga Afghanistan

12 Juli 2021 10:18 WIB

Konvoy kendaraan pasukan tentara pemerintah Afghanistan
Konvoy kendaraan pasukan tentara pemerintah Afghanistan Al Jazeera

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Pertahanan AS John Kirby mengatakan bahwa pihaknya sangat khawatir dengan semakin memburuknya situasi keamanan di Afghanistan seiring dengan cepatnya momentum pergerakan Taliban dalam menguasai sejumlah kawasan di negara tersebut.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan Fox News pada Minggu (11/7), John Kirby tersebut menekankan bahwa AS belum "menyerah" untuk berjuang di Afghanistan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa semuanya tergantung kepada warga Afghanistan sendiri untuk mempertahankan negaranya dengan menggunakan semua kemampuan yang mereka miliki.

Ia menambahkan bahwa AS saat ini masih berusaha mencari opsi untuk membangun pangkalan militer di kawasan untuk membantu Afghanistan mengatasi potensi serangan atau teror pasca penarikan semua pasukan asing dari negara tersebut.


Vaksin Sputnik V Diklaim 90 Persen Efektif Cegah Infeksi Varian Delta

"Kami selalu ingin menemukan opsi tambahan...Oleh karena itu kami bekerja sama dengan negara-negara tetangga yang dekat dengan Afghanistan untuk melihat kemungkinannya," tambahnya.

Juru bicara Pentagon tersebut juga membela keputusan pemerintahan Biden untuk menindaklanjuti rencana pendahulunya, Donald Trump, untuk menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan, menunjukkan bahwa pendudukan AS selama dua dekade tidak membantu AS membangun “daya ungkit” untuk pembicaraan damai.

"Argumen ini bahwa entah bagaimana jika Anda tiba-tiba memiliki semua pengaruh ini ... itu belum sepenuhnya berhasil dalam lima, 10, 15 tahun terakhir," katanya.

“Kami memiliki 100.000 tentara di darat, jadi gagasan bahwa jika Anda memiliki sepatu bot di darat, tiba-tiba yang memberi Anda pengaruh belum menjadi catatan sejarah sejauh ini,” tukasya.

 

Nord Stream 2 Bakal Selesai Akhir Agustus Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia