logo


Keberatan Dihukum 5 Tahun Penjara, Edhy Prabowo di Sidang Pledoi: Dakwaan Didasarkan Fakta yang Sangat Lemah

Edhy Prabowo menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

9 Juli 2021 18:30 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka. Jitunews.com/Heru Muawin

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terdakwa kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster, Edhy Prabowo menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pasalnya, kata Edhy, Jokowi dan Prabowo telah memberi kepercayaan kepadanya.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Edhy Prabowo saat pembacaan pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2021).

"Permohonaan maaf secara khusus saya sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto," kata Edhy Prabowo.


Abdillah Toha Sebut Jokowi Dikelilingi Politisi Korup, PKB: Langsung Sampaikan Siapa

Pada kesempatan yang sama, Edhy merasa keberatan dengan dakwaan yang diberikan jaksa penuntut umum. Menurutnya, dakwaan penjara lima tahun dan denda Rp 400 juta tidak sebanding dengan temuan fakta-fakta di lapangan.

"Sangat berat. Apalagi tuntutan tersebut didasarkan atas dakwaan yang sama sekali tidak benar dan fakta-fakta yang sangat lemah," ujar mantan Menteri KKP itu.

Abdillah Toha Sebut Jokowi Dikelilingi Politisi Korup, Ini Kata Menteri Kominfo

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati