logo


Arab Saudi Khawatir Peningkatan Aktivitas Nuklir Iran Mengancam Keamanan Kawasan

Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa meningkatnya aktivitas nuklir Iran telah mengancam keamanan kawasan Timur Tengah

9 Juli 2021 17:04 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

RIYADH, JITUNEWS.COM - Arab Saudi mengaku sangat prihatin dengan meningkatnya aktivitas nuklir Iran yang mengancam keamanan kawasan. Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat kementerian luar negeri Arab Saudi usai Teheran memulai proses produksi pengkayaan logam uranium.

Pada Selasa (6/7), badan pengawas nuklir PBB mengatakan bahwa Iran sudah memulai proses pengkayaan kadar uranium, sebuah langkah yang dapat membantu mereka mengembangkan senjata nuklir, dan dikecam oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Iran sendiri mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mengembangkan bahan bakar untuk reaktor riset mereka, bukan untuk memproduksi senjata nuklir.


Presiden Haiti Tidak Seharusnya Dibunuh, Kata Seorang Tersangka

"Riyadh sangat khawatir mengenai peningkatan aktivitas nuklir Iran dan perkembangan kemampuan mereka...itu tidak konsisten dengan tujuan damai mereka," kata seorang pejabat Arab Saudi tersebut, dikutip Reuters.

Ia mengatakan bahwa langkah Iran untuk memproduksi uranium fisil dengan tingkat kemurnian 60 persen dan logam uranium hingga 20 persen "mewakili sebuah ancaman yang meningkat" terhadap keamanan ragional.

Mereka menghambat upaya untuk mengamankan "kesepakatan nuklir komprehensif yang menjamin keamanan dan stabilitas global dan regional," kata pejabat itu.

Kekuatan global telah melakukan pembicaraan dengan Teheran sejak awal April untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015. Washington menarik diri dari perjanjian itu tiga tahun lalu, dan Iran telah menanggapi keluarnya AS tersebut dengan secara bertahap meningkatkan aktivitas nuklirnya.

Uranium yang diperkaya hingga 20% dapat digunakan dalam reaktor penelitian. Tetapi Prancis, Inggris dan Jerman, semua pihak dalam kesepakatan 2015, mengatakan produksi logam uranium Iran tidak memiliki kredibilitas sipil tetapi dapat memiliki implikasi militer yang berpotensi serius.

Taliban Kuasai Daerah Perbatasan Afghanistan-Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia