logo


Cara Mudah Dapatkan Fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), Simak Panduan Ini

Fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) merupakan sarana dari Pemerintah Indonesia terhadap barang impor atau komoditas yang hendak diekspor untuk mendapat keringanan biaya masuk.

9 Juli 2021 15:54 WIB

Ilustrasi KITE
Ilustrasi KITE klikpajak.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aktivitas perekonomian  utama di Indonesia adalah transaksi perdagangan, baik itu antar pulau hingga ke luar negeri. Hal itu dibuktikan dengan padatnya lalu lintas ekspor maupun impor. Melihat kegiatan tersebut, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memudahkan perniagaan luar negeri. Fasilitas KITE inilah salah satunya, simak panduan lengkap untuk mendapatkan fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).

Proses pemindahan (penjualan) sebuah komoditas/barang dari Indonesia ke negara lain yang berposisi sebagai pembeli komoditas/barang tersebut adalah arti dari ekspor. Contohnya, Singapura membeli biji kopi dari Indonesia, Malaysia membeli batik Indonesia. Sedangkan Impor, yaitu proses pemindahan barang/komoditas dari sebuah negara ke negara lainnya sesuai peraturan (legal). Contoh: Indonesia mendatangkan kebutuhan pokok dari berbagai negara.

KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), Pengertian dan Contohnya


Stop Impor, LaNyalla Minta Pemerintah Bangun Pabrik Ekstraksi Aspal Buton

Fasilitas KITE merupakan sarana keringanan atau kemudahan yang disediakan Pemerintah Indonesia terhadap barang-barang impor atau komoditas yang hendak diekspor agar bisa memperoleh keringanan biaya masuk.

Fasilitas KITE berarti sebuah sarana penting dengan mempertimbangkan adanya keterbatasan beberapa bahan mentah maupun peralatan barang ekspor dari berbagai bidang yang tidak ditemukan di Indonesia. Hal inilah yang membuat negara harus impor dari negara-negara lain. Dikutip dari Pasal 26 UU No. 17/Tahun 2006 yakni berisi tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 tentang Kepabeanan.

Cara Mudah Dalam Mendapatkan Fasilitas KITE

Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai menawarkan 2 kemudahan. Dengan catatan, dua faktor ini dikhususkan untuk komoditas yang diimpor dengan melalui proses pengolahan, perakitan, serta pemasangan dengan tujuan agar menghasilkan komoditas-komoditas ekspor. Apa sajakah 2 kemudahan dan cara mendapatkan fasilitas KITE itu?

- Bebas pajak, baik pajak PPN maupun Bea masuk

- Sarana pengembalian Bea Masuk tambahan.

Contoh Bea Masuk tambahan antara lain, Bea masuk safeguard, anti dumping, imbalan, serta Bea masuk pembalasan.

Target Utama Yang Memperoleh Fasilitas KITE IKM

Fasilitas KITE IKM ialah fasilitas KITE yang khusus ditujukan bagi pelaku Industri Kecil Menengah dengan syarat memproduksi komoditas-komoditas ekspor. Contohnya, barang yang dihasilkan oleh pelaku IKM khusus untuk ekspor yakni produk olahan batuan marmer, hasil kerajinan dari rotan atau kayu.

Sejak pandemi Covid 19 merebak, baik itu pengusaha skala menengah maupun pengusaha skala kecil merasakan imbasnya. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mensupport dengan memberikan fasilitas KITE serta menjelaskan bagaimana cara mendapatkan fasilitas KITE untuk produsen komoditas ekspor agar mampu mempertahankan usahanya masing-masing.

Fasilitas KITE berbeda dengan pajak PPH pasal 22, apabila sebuah badan usaha dibebankan pajak PPh pasal 22, maka sebaliknya, fasilitas KITE malah membebaskan bea pajak PPN serta pajak PPnBM. contoh fasilitas KITE IKM ialah meniadakan biaya masuk, gratis pajak PPN, serta free pajak PPnBM. Kelebihannya yaitu para pelaku bisnis dapat menekan atau melakukan penghematan pembayaran tarif pajak (PPN dan PPnBM)

Syarat-syarat Mendapatkan Fasilitas KITE

Sebelum mendapatkan fasilitas tersebut, hendaknya para pelaku bisnis  harus menjadi wajib pajak terlebih dulu. Untuk itu, simak persyaratan apa saja yang harus diperhatikan untuk menjadi wajib pajak.

- Mempunyai Nomor Induk Perusahaan (NIPER) dan izin usaha industry yang sah.

- Produk yang dihasilkan adalah di bidang manufaktur

- Mempunyai bukti kepemilikan yang sah dengan memperlihatkan dokumen yang masih berlaku (minimal tiga tahun), atas tempat yang dipergunakan dalam proses produksi.

- Mempunyai gudang yang berfungsi sebagai tempat barang-barang hasil produksi.

- Tersedianya sistem teknologi informasi tentang pengelolaan persediaan yaitu menggunakan teknologi berbasis  IT inventory. Pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selaku penanggung jawab, dapat mengakses sistem tersebut.

Nah, setelah semua persyaratan di atas telah terpenuhi, maka para pelaku usaha bisa mengajukan permohonan fasilitas KITE yang ditujukan pada Kepala Kantor Wilayah/KPU yang mengawasi tempat produksi perusahaan masing-masing.

Salah satu perusahaan pengekspor produk dalam negeri khusus sarung tangan golf, atau pabrik sarung tangan golf, (golf gloves manufacturer) dan pabrik karung leno (leno mesh bag manufacturer) adalah perusahaan yang membantu meningkatkan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Sindir Pemerintah Mau Impor Oksigen Padahal Pernah Beri ke India, PKS Minta Hal Ini ke Jokowi

Halaman: 
Penulis : Iskandar