logo


Soal Kabar TKA Datang Saat PPKM Darurat, DPR Minta Presiden Jokowi Turun Tangan

Dia meminta presiden harus turun tangan langsung dan secara tegas mengeluarkan sikap.

8 Juli 2021 13:10 WIB

Presiden Joko Widodo meninjau Tol Pekanbaru - Padang di Kabupaten Kampar, Rabu (19/5/2021)
Presiden Joko Widodo meninjau Tol Pekanbaru - Padang di Kabupaten Kampar, Rabu (19/5/2021) Kementerian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Polemik masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) kembali mencuat akhir-akhir ini. Terkuak di saat negara kembali mengeluarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali.

Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi menyebut berbagai lintas kementerian mulai dari kemenhub sampai kemenlu saling lempar tanggung jawab dalam menanggapi polemik tersebut.

Dia meminta presiden harus turun tangan langsung dan secara tegas mengeluarkan sikap. Hal itu guna tercapainya kerja keras pemerintah baik lokal atau nasional terkait PPKM Darurat.


Kedatangan TKA China Saat PPKM Darurat Tuai Kritik, Kemenhub Bela: Mereka Penuhi Syarat Keimigrasian

"Serangan pandemi Covid-19 gelombang kedua ini cukup kuat. Langkah pemerintah untuk mengeluarkan PPKM Darurat di beberapa provinsi itu dinilai sudah tepat. Namun yang kita kecewakan, di saat dalam negeri sedang melakukan pengetatan kegiatan masyarakat, tiba-tiba kita mendapat kabar ada ratusan TKA yang masuk ke Indonesia. Tentu ini membuat kita semua kecewa," terang Syahrul Aidi dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Kamis (8/7/2021).

Saat ini terjadi disparitas besar antara kecepatan laju kematian imbas Covid-19 dengan kecepatan koordinasi dan kepemimpinan pemerintah dalam penanganan Covid-19, koordinasi perlu langsung di tangan Presiden.

Untuk itu, kata Syahrul Aidi, presiden harus memimpin langsung dan tegas atas hal ini. Jalur internasional sebagai pintu masuk TKA ini segera ditutup. Kapan perlu presiden keluarkan Perpres terkait hal ini.

"Makna darurat dalam PPKM darurat tidak bisa dikoordinasikan oleh selain presiden. Apabila varian delta dari Covid-19 ini diumpamakan sebagai serangan masif terhadap keselamatan rakyat Indonesia, maka presiden-lah yang harus bertanggungjawab penuh dan memimpin serangan balik mengatasi varian delta, bukan pembantu Presiden," terangnya.

Terkait pembatasan kedatangan luar negeri, Syahrul Aidi menilai pemerintah dapat berkaca dari kebijakan negara Hongkong atau Taiwan yang langsung menutup akses penerbangan internasional dari Inggris dan India akibat adanya varian Covid-19 baru.

Beberapa fakta juga menunjukkan bahwa Covid-19 khususnya varian Delta yang berasal dari luar negeri memiliki karateristik cukup mudah menyebar. Bahkan diduga lonjakan kasus Covid-19 saat ini di Indonesia adalah akibat Covid-19 varian Delta tersebut.

"Oleh sebab itu perjalanan internasional baik itu melalui moda darat, laut dan udara harus dilarang, karena selama ini telah terbukti bahwa sumber Covid-19 dan beberapa variannya memang selalu berasal dari luar negeri," terangnya.

Dilarangnya TKA asing masuk ke Indonesia menurut Syahrul Aidi harusnya dijadikan momen untuk menyerap tenaga kerja lokal yang saat ini banyak terimbas PHK akibat pandemi Covid-19.

Soal Kabar TKA Datang Saat PPKM Darurat, Masyarakat Diminta Cek Fakta

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar