logo


Rusia Awasi Pergerakan Kapal Perang Spanyol di Laut Hitam

Rusia mengatakan bahwa mereka saat ini sudah mulai mengawasi pergerakan kapal perang Spanyol yang ikut serta dalam latihan perang gabungan Sea Breeze 2021

7 Juli 2021 18:58 WIB

Kapal Perang Spanyol, Rayo
Kapal Perang Spanyol, Rayo Sputniknews

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Armada Laut Hitam Rusia telah mulai mengawasi sebuah kapal perang Angkatan Laut Spanyol yang memasuki wilayah Laut Hitam. Hal tersebut dilaporkan oleh Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia pada Rabu (7/7).

“Pasukan dan sarana Armada Laut Hitam telah mulai mengambil alih tindakan kapal patroli Angkatan Laut Spanyol, Rayo, yang memasuki Laut Hitam pada 7 Juli 2021, yang mengambil bagian dalam latihan Angkatan Bersenjata negara-negara NATO dan negara mitra Sea Breeze 2021," kata laporan itu, dikutip Sputniknews.

Latihan militer Gabungan Sea Breeze 2021 digelar mulai 28 Juni hingga 10 Juli di kawasan Laut Hitam, dengan melibatkan sekitar 5 ribu personil, 40 unit pesawat tempur dan 32 kapal perang dari 32 negara.


Minta Semua Negara NATO Hormati Teritorial Rusia, Moskow: Mereka Akan Mendapat Pukulan

Laporan Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia tersebut muncul usai Kementerian Luar Negeri Rusia pada pekan lalu mengatakan bahwa AS dan sejumlah anggota NATO telah mengubah wilayah Laut Hitam sebagai "zona konfrontasi militer", dan menambahkan bahwa pergerakan kapal frigate Belanda, Evertsen, di area tersebut merupakan sebuah provokasi yang disengaja.

"Ini dilakukan dengan kesengajaan sehingga kawasan dunia lain dibawah kepemimpinan AS akan menjadi tidak stabil," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam sebuah konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa Rusia tidak pernah melanggar hak untuk melakukan navigasi bebas selama terjadinya insiden dengan kapal perang Belanda tersebut.

Pada 24 Juni lalu, kapal perang Belanda yang awalnya beroperasi di wilayah perairan netral, telah merubah arahnya menuju wilayah Selat Kerch, di wilayah Krimea. Untuk mencegah kapal Belanda tersebut secara ilegal memasuki wilayah teritorialnya, Rusia langsung mengerahkan sejumlah pesawat tempurnya.

Muncul 27 Kasus Infeksi Varian Delta, Sydney Perpanjang Aturan Lockdown

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia