logo


Minta Polri Tindak Penjual Obat Covid yang Nakal, NasDem: Nurani Kita Dimana?

Penjual disebut sudah mendapatkan untung dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

6 Juli 2021 07:42 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus NasDem, Ahmad Sahroni meminta aparat kepolisian menindak tegas penjual obat dan alat-alat kesehatan Covid-19 yang mematok harga tidak wajar di sejumlah toko online.

"Kepolisian wajib berkordinasi dengan e-commerce juga, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan lain-lain agar mereka bertanggung jawab menjaga harga," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Wakil Ketua Komisi III DPR itu mengatakan bahwa aparat kepolisian seharusnya memiliki unit khusus untuk berkoordinasi dengan toko online. Dengan demikian, apabila ada penjual nakal bisa segera ditangani.


Giliran NasDem Berduka, Ketua DPP Bidang Maritim Emmy Hafild Meninggal Dunia karena Covid-19

"Misalnya oxymeter, harganya biasa di bawah seratus ribu, kini jadi masuk ke Rp200 ribu, bahkan ke Rp300 ribu. Lalu juga obat Ivermectin, yang biasanya Rp5.000 hingga Rp7.000 per tablet, ini sampai hampir 200 ribu per strip," ujarnya.

"Bahkan, harga susu beruang saja naik hingga semua harga jadi tidak masuk akal," tambahnya.

Ia lantas mempertanyakan hati nurani penjual nakal yang masih mencari keuntungan di tengah penderitaan masyarakat akibat pandemi. Padahal, kata dia, penjual sudah mendapatkan untung dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Masa warga udah banyak yang darurat membutuhkan, tapi harganya malah dinaikkan? Nurani kita di mana? Untuk para penjual, silakan ambil untung, tapi saat sekarang bukalah perasaan sedikit untuk membantu orang banyak pada masa pandemi ini," lanjutnya.

 

Minta Polri Patroli Gudang Obat, Luhut: Kamis Tak Boleh Terjadi Kelangkaan!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati