logo


Jubir Presiden: PPKM Darurat Adalah Tuas Rem untuk Menyelamatkan Rakyat

Fadjroel mengatakan bahwa PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali mengikuti acuan WHO

3 Juli 2021 17:45 WIB

Fadjroel Rachman
Fadjroel Rachman Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, mengatakan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk keselamatan masyarakat.

"PPKM darurat adalah tuas rem untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari ancaman pandemi Covid-19. Keputusan kebijakan PPKM darurat dari Presiden Joko Widodo berdasarkan rekomendasi para ahli, pemerintah daerah, dan aspirasi masyarakat," ujar Fadjroel dalam siaran pers, Sabtu (3/7).

Fadjroel mengatakan bahwa PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali mengikuti kriteria penilaian acuan World Health Organization (WHO).


Masjid Ditutup Saat PPKM Darurat, UAS: Dimana Letak Hati Kecilmu?

"WHO membaginya dalam 4 level, berdasarkan kasus konfirmasi, perawatan rumah sakit, tingkat kematian, serta 3T (testing, tracing, dan treatment). Saat ini terdapat 74 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali yang berada di level 3, dan 48 kabupaten/kota yang berada di level 4," jelasnya.

Fadjroel mengatakan bahwa selain protokol kesehatan, upaya penanganan pandemi Covid-19 adalah percepatan program vaksinasi.

"Pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Seluruh aparat negara, TNI-Polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan, harus bahu-membahu bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini," ujarnya.

Luhut Prediksi 20 Hari ke Depan Kasus Covid-19 Naik

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata