logo


Cegah Aliran Senjata untuk Pihak Oposisi, Lukashenko Tutup Perbatasan Belarus-Ukraina

Presiden Belarus mengatakan bahwa pihaknya telah menutup wilayah perbatasan dengan Ukraina untuk mencegah masuknya aliran senjata yang akan digunakan oleh pihak oposisi untuk melakukan kudeta pemerintahan.

4 Juli 2021 13:00 WIB

Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Presiden Belarus Alexander Lukashenko Tass

MINSK, JITUNEWS.COM - Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada Jumat (2/7) memutuskan untuk menutup pintu perbatasan dengan Ukraina, dengan dalih mencegah masuknya senjata kepada pihak oposisi yang berencana melakukan kudeta atas pemerintahannya.

Langkah itu tampaknya memperdalam situasi ketegangan antara Belarus dan negara-negara barat yang marah karena pemerintah Belarus memaksa pesawat Ryanair melakukan pendaratan darurat pada Mei untuk menangkap seorang jurnalis yang juga merupakan tokoh oposisi yang berada di pesawat itu.

Negara-negara Barat memberlakukan sanksi pada Belarus atas tindakan tersebut, dan Uni Eropa serta Ukraina juga telah melarang pesawat terbang milik maskapai Belarus memasuki wilayah udara mereka.


Pakistan Dukung Kebijakan China terkait Muslim Uighur di Xinjiang

Lukashenko, yang berulang kali menuduh para simpatisan Barat mencoba menggulingkannya dari kekuasaan, mengatakan dia telah memerintahkan pembersihan di seluruh negeri, dan kelompok pemberontak yang berencana melakukan kudeta telah berhasil teridentifikasi di Belarus.

"Mereka telah melewati batas. Kami tidak bisa memaafkan mereka," kata Lukashenko, dikutip Reuters.

Lukashenko juga mengatakan bahwa sejumlah kekuatan barat seperti Jerman, Lituania, Polandia, Ukraina dan Amerika Serikat berada di balik aktivitas para pemberontak tersebut.

“Sejumlah besar senjata datang dari Ukraina ke Belarus. Itu sebabnya saya memerintahkan pasukan keamanan perbatasan untuk sepenuhnya menutup wilayah perbatasan dengan Ukraina,” kata Lukashenko.

Wabah Kelaparan di Tigray Terus Memburuk, Ethiopia Bantah Blokir Akses Bantuan Kemanusiaan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia