logo


Wah, Ternyata Indonesia Masih Impor Jagung 3 Ton

Pemerintah tetap akan mengejar target swasembada jagung pada tahun ini.

7 Mei 2015 13:35 WIB

Impor jagung masih tetap dilakukan oleh pemerintah
Impor jagung masih tetap dilakukan oleh pemerintah

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ternyata Indonesia masih harus mengimpor jagung sebanyak 3 ton. Meski demikian, pemerintah masih optimis kalau swasembada jagung bisa tercapai pada tahun ini.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, impor jagung saat ini lebih banyak berasal dari Brasil. Pemerintah tetap akan mengejar target swasembada jagung pada tahun ini. Mentan menyebut, saat ini pasokan dari produksi jagung di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga dengan terpaksa impor jagung masih dilakukan. "Kita masih mengimpor sekitar 3 juta (ton), sedangkan kebutuhan kita itu sekitar 20 juta ton. Itu memang karena kita kekurangan," katanya, Kamis (7/5) di Jakarta.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring mengatakan, persoalan jagung merupakan salah satu persoalan yang rumit, karena pemasarannya hanya terpusat di Jawa dan Sumatera. Pemerintah mengharapkan, tak hanya produksi, pemasaran hasil tanaman ini pun harus menyebar dari Sabang sampai Merauke.


Rayakan Natal Bersama ASN, Mentan Ajak Jadi Pelopor Pembangunan Pertanian

"Masalah jagung itu sangat kompleks, pemasarannya hanya terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. Lalu pertumbuhan produksi rata-rata 5% pertahun, sedangkan permintaan itu 12%," tuturnya

Seperti diketahui, impor jagung pada Februari 2015 tercatat mencapai 300.986 ton atau US$ 71,3 juta. Angka ini tak jauh berbeda dibandingkan bulan sebelumnya dengan volume 341.657 atau US$ 75,3 juta. Akumulasi impor jagung dalam dua bulan mencapai 642.644 ton atau US$ 146,6 juta atau kurang lebih Rp 1,9 triliun

Mentan Minta Penegak Hukum Tangkap Pelaku Pengalihfungsian Lahan Pertanian

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid