logo


Fahri Hamzah Dikabarkan Jadi Jubir Gantikan Fadjroel Rachman, Ahli: Lebih Cocok Buat Debat Kusir

Khoirul Umam mengatakan bahwa pemilihan jubir harus memenuhi beberapa kompetensi, salah satunya harus mampu meredam konflik di publik.

28 Juni 2021 08:00 WIB

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Managing Director Paramidana Publik Policy Institute, A Khoirul Umam mengatakan bahwa posisi juru bicara presiden tetap diperlukan dalam pemerintahan. Hal tersebut ia sampaikan lantaran jubir Presiden Jokowi Fadjroel Rachman masuk dalam daftar calon Duta Besar RI di Kazakhstan.

"Posisi jubir sangat krusial bagi Presiden Jokowi. Terlebih, belakangan ini muncul banyak sekali blunder dalam komunikai publik Istana," kata Khairul Umam seperti dilansir detikcom, Senin (28/6/2021).

Khoirul Umam mengatakan bahwa pemilihan jubir harus memenuhi beberapa kompetensi, salah satunya harus mampu meredam konflik di publik.


Jelaskan Alasan Posting Jokowi King of Lip Service, BEM UI Seret Nama Fadjroel Rachman

"Mampu mengantisipasi setiap potensi kesalahan komunikasi presiden, dan memiliki kompetensi dan kapasitas untuk menjelaskan kompleksitas kebijakan yang memicu perdebatan di ruang publik," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menanggapi kabar yang beredar terkait politikus Fahri Hamzah yang hendak menggantikan posisi Fadjroel Rachman. Menurutnya, Fahri Hamzah tidak cocok menjadi jubir Jokowi.

"Sangat tidak cocok. Fahri Hamzah lebih cocok buat adu mulut dalam debat kusir seperti wacana politik praktis," jelasnya.

Minta Istana Tak Berlebihan Tanggapi Jokowi Raja Bual, Demokrat: Dulu Juga Raja Kritik Sebelum Dapat Kekuasaan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati