logo


Sebut Jakarta Sarang Radikalis, Ferdinand: Anies Akan Biarkan Itu Tumbuh Demi Hasrat Politiknya

Ferdinand menuding Gubernur Anies Baswedan tak berani melarang ASN Pemprov DKI ikut ormas radikal.

27 Juni 2021 12:59 WIB

Surat Rakyat

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut DKI Jakarta sebagai sarang radikalis. Atas alasan itu, dia menyebut Gubernur Anies Baswedan tak berani melarang ASN Pemprov DKI ikut ormas radikal.

Hal itu dilontarkan Ferdinand dalam menanggapi berita berjudul “Pembawa Pisau Dekat Lokasi Sidang HRS Adalah Petugas Sudin KPKP Jaktim”.

“Jakarta sarang radikalis,” cuitnya di akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip Minggu (27/6).


DKI Pecah Rekor Harian Covid-19, Ferdinand: Gubernurnya Cuma Sibuk Foto dan Tebar Pesona Politik

“Makanya @aniesbaswedan tak pernah berani keluarkan edaran atau perintah larangan bagi ASN Pemprov DKI Jakarta untuk tidak terlibat ormas radikal seperti HTI dan FPI,” lanjut dia.

Ferdinand lantas menuding Anies sengaja membiarkan radikalisme tumbuh untuk kepentingan politik.

“Anies akan biarkan itu tumbuh demi hasrat politiknya..!!,” tandasnya.

Seperti diketahui, pria pembawa pisau dan katapel berhasil diamankan polisi di sekitar lokasi sidang vonis Habib Rizieq, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6).

Wakasat Reskrim Jakarta Timur Kompol Suardi mengungkapkan pria tersebut adalah pekerja okulasi anggur di Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Timur.

"Sejak diamankan langsung dilakukan pemeriksaan dengan menghadirkan saksi-saksi. Dari Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jaktim membenarkan bahwa yang membawa sajam (senjata tajam) tersebut adalah pekerja lapangan yang bertugas untuk melakukan pengembangan budi daya anggur dan pisau tersebut sehari-hari digunakan untuk okulasi batang pohon anggur," jelas Suardi.

Ungkit Cuitan Denny Siregar soal Covid, Andi Arief: Ini Penyebab Semua Varian Virus Ada di Indonesia

Halaman: 
Penulis : Iskandar