logo


Perancis dan Jerman Desak Uni Eropa Lanjutkan Dialog dengan Rusia Demi Stabilitas Kawasan

Presiden Perancis dan Kanselir Jerman meminta Uni Eropa untuk melanjutkan dialog baik dengan Rusia maupun dengan Presiden Vladimir Putin, untuk membuat situasi di benua Eropa menjadi lebih stabil

24 Juni 2021 20:45 WIB

Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) bersama Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah)
Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) bersama Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Presiden Perancis, Emmanuel Macron, meminta Uni Eropa untuk melanjutkan dialog dengan Rusia untuk menjaga stabilitas di benua biru. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri KTT Uni Eropa di Brussels, dimana pertemuan tersebut akan membahas mengenai kelanjutan hubungan Uni Eropa dengan Rusia

"Kita perlu sebuah dialog (dengan Rusia), untuk mempertahankan kepentingan kita...ini adalah sebuah dialog untuk stabilitas benua Eropa," kata Macron, dikutip Reuters.

“Kita tidak bisa tetap dalam logika reaktif murni ketika berkaitan dengan Rusia,” katanya. "Saya berharap kita bisa, dengan persatuan dan koordinasi Eropa yang nyata, lakukan ... dialog ini," tambahnya.


Waspada, Beragam Varian Virus Covid-19 Diprediksi Akan Bermunculan di Masa Depan

Senada dengan pernyataan Presiden Perancis tersebut, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa Uni Eropa juga harus melakukan komunikasi secara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna mengupayakan peningkatan hubungan.

"Menurut opini saya, kita sebagai (negara anggota) Uni Eropa juga harus mengupayakan kontak langsung dengan Rusia dan presidennya," kata Merkel.

"Tidak cukup jika hanya Presiden AS saja yang berbicara dengan Presiden Rusia. Saya sangat menyambut baik hal tersebut, namun Uni Eropa juga harus membuat beberapa forum untuk dialog tersebut (dengan Rusia)," tegasnya.

Seperti diketahui, hubungan antara Rusia dengan Uni Eropa belakangan ini semakin memanas dalam berbagai isu, mulai dari konflik Ukraina hingga ditahannya aktivis pro demokrasi Rusia, Alexei Navalny.

 

Jubir Gedung Putih Jelaskan Potensi Bahaya Jika Pasukan AS Tak Segera Keluar dari Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia