logo


Dinyatakan Bersalah, Menantu Habib Rizieq Divonis 1 Tahun Penjara

Muhammad Hanif Alatas dinyatakan bersalah telah menyebarkan berita bohong

24 Juni 2021 13:03 WIB

Muhammad Hanif Alatas
Muhammad Hanif Alatas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menantu Habib Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas dinyatakan bersalah telah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi. Hanif divonis 1 tahun penjara.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Muhammad Hanif Alatas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat," ujar hakim ketua Khadwanto, saat membacakan surat putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6).

"Menjatuhkan pidana penjara Terdakwa Muhammad Hanif Alatas berupa dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara," sambung hakim.


Hakim Sebut Perbuatan Habib Rizieq Meresahkan Masyarakat

Menurut hakim hal yang memberatkan adalah perbuatan Hanif meresahkan masyarakat.

"Hal memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, pengetahuan agama terdakwa masih dibutuhkan umat," tutur hakim.

Menurut hakim pernyataan Habib Rizieq, Hanif, dan Dirut RS Ummi dr Andi Tatat yang menyatakan kondisi Rizieq baik-baik saja telah menimbulkan kegaduhan. Video yang disiarkan oleh RS Ummi masuk dalam kategori keonaran.

"Menimbang pernyataan terdakwa yang ditayangkan Kompas TV dengan judul beredar HRS di RS UMMI kota Bogor yang menyebut secara umum kondisi Habib Rizieq Shihab sehat walafiat adalah berita bohong yang didukung pernyataan dr Andi Tatat kondisi Habib Muhammad Rizieq Shihab baik-baik saja dan tidak menunjukkan positif Covid-19, dan video Muhammad Rizieq Shihab menyatakan 'kita sudah segar sekali'. Menimbang berdasarkan fakta di atas majelis hakim berkeyakinan akibat pernyataan bohong yang kemudian dirangkaikan dengan pernyataan Andi Tatat dan saksi Muhammad Rizieq Shihab timbul kegaduhan sehingga menimbulkan keonaran di kalangan rakyat khususnya medsos yang saat ini media paling banyak digunakan masyarakat, serta ditambah demo serta ada berita terdakwa kabur dari rumah sakit," kata hakim.

"Majelis hakim berkeyakinan apa yang dilakukan terdakwa masuk dalam kategori sengaja dengan kemungkinan, menimbang unsur keonaran masyarakat telah terpenuhi," tegas hakim.

Geruduk PN Jaktim, Massa Pendukung Rizieq: Kita Kan Kemari yang Ngundang Jaksa

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata