logo


Said Aqil Sebut RI Didikte Negara Produsen Vaksin, KSP Beri Tanggapan Ini

KSP memastikan bahwa negara produsen vaksin tidak mendikte pemerintah Indonesia

24 Juni 2021 09:31 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Abetnego Tarigan menanggapi pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang menyebut Indonesia didekte oleh negara produsen vaksin. Ia menyebut bahwa Indonesia tengah berusaha memproduksi vaksin sendiri.

Abetnego tidak menampik bahwa ketergantungan vaksin adalah hal yang buruk. Namun ia menegaskan bahwa ketergantungan bisa saja terjadi di berbagai aspek, bukan hanya terkait vaksin.

"Dalam banyak hal, bukan hanya vaksin, ketergantungan pasti punya risiko dan bisa merugikan bangsa dan negara," kata Abetnego seperti dilansir detikcom, Kamis (24/6/2021).


Ada Perang Biologis di Masa Covid-19, Said Aqil: Negara yang Impor Vaksin Adalah Negara yang Kalah

Ia pun memastikan bahwa negara produsen vaksin tidak mendikte pemerintah Indonesia. Ia mengatakan bahwa kedepannya, Indonesia akan memproduksi vaksin sendiri.

"Terkait dengan vaksin, pemerintah tetap berupaya dan sedang berupaya bahwa kita akan memperkuat kemampuan kita dalam menanggapi pandemi termasuk vaksin. Di fase ini, memagng kita masih dalam bentuk impor utuh, ada yang dikerjasamakan dengan BUMN dalam hal in Biofarma dan Sinovac," bebernya.

"Ke depannya, tentu ditargetkan kita mampu membuat dan produksi sendiri seperti vaksin merah putih," ujarnya.

Ajak Tak Tolak Vaksin Covid-19, Jokowi: Agama Apapun Tidak Ada yang Melarang Vaksin

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati