logo


Wacana Presiden 3 Periode Diusulkan Ruhut Sitompul di Era SBY, Formappi: Jadi Post Power Syndrome

Wacana tersebut sengaja digulirkan oleh-oleh orang yang sudah menikmati jabatan, namun takut kehilangan jabatan itu.

24 Juni 2021 04:30 WIB

wikimedia commons

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan bahhwa wacana perpanjangan masa jabatan presiden dari 2 periode menjadi tiga periode pertama kali muncul pada masa akhir kepemimpinan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyebut sosok yang mengusulkan wacana tersebut adalah politikus PDIP Ruhut Sitompul yang saat itu masih berstatus kader Partai Demokrat.

"Isu ini tidak hanya muncul di era Jokowi sekarang, tapi juga terjadi di zaman SBY, saat usulan tiga periode dilontarkan oleh Ruhut Sitompul saat itu," kata Lucius dalam sebuah diskusi yang digelar PARA Syndicate secara daring, Rabu (23/6/2021).

Lucius menyebut wacana perpanjangan masa jabatan presiden sebagai post power syndrome. Wacana tersebut sengaja digulirkan oleh-oleh orang yang sudah menikmati jabatan, namun takut kehilangan jabatan itu.


Jokowi: Saya Minta 1 Hal yang Sederhana, Tinggallah di Rumah

Oleh karena itu, kata Lucius, orang-orang tersebut berusaha mendorong amandemen UUD 1945 dengan memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Antisipasi post power syndrome-lah katakan itu. Orang yang sudah merasa menikmati kekuasaan takut kehilangan kekuasaan itu, peluang untuk bisa memuaskan atau menjawab ketakutan itu atau bisa dikatakan hambatan satu-satunya adalah konstitusi Pasal 7 UUD 1945," ujar dia.

 

Ajak Tak Tolak Vaksin Covid-19, Jokowi: Agama Apapun Tidak Ada yang Melarang Vaksin

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati