logo


Ada Perang Biologis di Masa Covid-19, Said Aqil: Negara yang Impor Vaksin Adalah Negara yang Kalah

Virus Corona sudah bermutasi tapi Indonesia belum bisa buat vaksin sendiri.

23 Juni 2021 15:11 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengatakan adanya perang biologis di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, negara yang mengimpor vaksin Covid-19 adalah negara yang kalah.

"Adanya Covid-19 ini ada perang baru, perang biologi, perang vaksin. Negara yang mampu memproduksi vaksin akan jadi pemenang dalam perang ini. Negara yang tak mampu, hanya impor saja, itu lah negara yang kalah," ujar Said saat berpidato di acara Haul Emas KH Wahab Chasbullah ke-50, dilansir dari kanal YouTube NU Channel.

Said melanjutkan, virus corona kini sudah bermutasi dan lebih berbahaya dari sebelumnya. Sedangkan Indonesia, kata dia, masih belum mampu menghasilkan vaksin yang mujarab.


Bantah Work from Bali Jadi Pemicu Lonjakan Covid-19, Pemprov: Kebijakan Itu Justru Pulihkan Perekonomian

"Padahal pandemi ini sudah berubah varian, muncul yang lebih ganas itu varian delta. Itu butuh vaksin yang lebih canggih lagi, lebih canggih lagi. Kita belum mampu membuat vaksin yang pertama, tapi pandeminya udah meningkat ke level ketiga," cetusnya.

Menurut Said, negara-negara produsen vaksin Covid-19 bakal menjadi pemenang. Dia khawatir jika Indonesia dikendalikan negara lain, terutama dalam membuat suatu kebijakan.

"Perang biologi, penguasa industri, kesehatan, industri vaksin misalnya, menjadi panglima yang dapat menguasai kebijakan suatu negara. Kita akan didikte oleh negara yang memproduksi vaksin," tandasnya.

Tak Ada Islamophobia di Indonesia, Tokoh NU: Masjid Banyak, Pesantren Ribuan

Halaman: 
Penulis : Iskandar