logo


Dituding sebagai Dubes RI yang Caci Maki Saudi, Zuhairi Misrawi: Saya Kader NU, Jangan Macam-macam!

Zuhairi pun menyayangkan sikap Tamsil yang tidak bertabayyun terlebih dahulu dengan kabar yang beredar

23 Juni 2021 09:00 WIB

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi menyayangkan ada pendukung pasangan calon gubernur yang memanfaatkan masjid-masjid di Jakarta sebagai tempat untuk berpolitik (berkampanye). Sebab dikhawatirkan, Indonesia nantinya mirip Mesir yang terus berkonflik jika masjid terus dijadikan sarana untuk berpolitik.
Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi menyayangkan ada pendukung pasangan calon gubernur yang memanfaatkan masjid-masjid di Jakarta sebagai tempat untuk berpolitik (berkampanye). Sebab dikhawatirkan, Indonesia nantinya mirip Mesir yang terus berkonflik jika masjid terus dijadikan sarana untuk berpolitik. istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kader muda Nahdlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi membantah tudingan anggota DPD RI, Tamsil Linrung yang menyebut dirinya sebagai sosok yang suka mencaci maki Arab Saudi. Ia justru menyebut dirinya sebagai orang yang suka dengan Arab Saudi. Hal tersebut dibuktikan dengan hobinya yang suka menulis tentang Mekkah dan Madinah.

"Saya penulis dua buku best seller, 'Mekkah' dan 'Madinah', menulis tentang keistimewaan Arab Saudi sebagai tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ketika Raja Salman datang ke Jakarta, saya menyebutnya sebagai kunjungan bersejarah," kata Zuhairi seperti dilansir detikcom, Rabu (23/6/2021).

Zuhairi pun menyayangkan sikap Tamsil yang tidak bertabayyun terlebih dahulu dengan kabar yang beredar. Ia justru menyebut Tamsil telah melakukan fitnah kepadanya.


Calon Haji RI Batal Berangkat, Arie Untung: Allah Buka Pintu Surga untuk Negara Lain, Kita Gak Termasuk?

"Sebaiknya sebagai sesama muslim, hendaknya tabayyun, klarifikasi dulu, jangan menghakimi sepihak, apalagi menyebarkan fitnah. Apalagi sumbernya cuitan di Twitter. Al-Qur'an mengajarkan kita untuk tabayyun, klarifikasi," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dirinya bukan Dubes RI namun warga NU biasa. Ia pun meminta agar Tamsil tidak menuduh macam-macam terhadap dirinya yang sesama umat muslim.

"Saya sampai sekarang masih sebagai santri dan kader NU, warga biasa, dan bukan siapa-siapa. Bukan pula Dubes Arab Saudi. Sebaiknya sesama muslim harus berbaik sangka, jangan menuduh yang macam-macam," pungkasnya.

Berharap Penerbangan Dibuka, Komisi VIII: Jokowi Langsung Berhubungan dengan Raja Salman

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati