logo


Buktikan Tindak Pelanggaran HAM China, PBB Ingin Kunjungi Xinjiang

Kepala Komisi HAM PBB mengatakan bahwa dirinya berharap dapat melakukan kunjungan ke Xinjiang, China, tahun ini.

22 Juni 2021 20:00 WIB

Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur
Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur business insider

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Kepala Komisi HAM PBB, Michele Bachelet, pada Senin (21/6) mengatakan bahwa dirinya berharap dapat melakukan kunjungan ke wilayah Xinjiang untuk melihat apakah pemerintah China terbukti melakukan tindak pelanggaran HAM terhadap warga minoritas, termasuk muslim Uighur.

"Saya terus berdiskusi dengan pemerintah China terkait kunjungan, termasuk akses yang diperlukan, ke wilayah Semi Otonom Uyghur Xinjiang," kata Bachelet, dikutip Al Jazeera.

Seperti diketahui, Para aktifis pembela HAM dan sejumlah negara barat menuding jika sedikitnya satu juta muslim Uighur berada di sejumlah kamp konsentrasi yang dibangun di wilayah Xinjiang, dimana mereka diperlakukan secara tidak manusiawi. Oleh karena itu, aktifis HAM tersebut meminta PBB untuk menyelidikinya.


Pilihan bagi Warga Filipina: Disuntik Vaksin Covid-19 atau Masuk Penjara

"Saya harap (kunjungan) ini bisa tercapai pada tahun ini, terutama dengan sejumlah laporan tentang tindak pelanggaran HAM yang terus bermunculan," tambahnya.

Pemerintah China sendiri selama ini membantah jika mereka melakukan tindak pelanggaran HAM, seperti yang ditudingkan oleh negara-negara barat.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, beberapa kali menegaskan bahwa kamp konsentrasi yang ada di Xinjiang dibangun sebagai balai latihan kerja untuk menghilangkan ideologi ekstrim dan terorisme.

"Tuduhan yang menghasut seperti itu dibuat karena ketidaktahuan dan prasangka, itu hanya tren jahat dan didorong secara politik dan tidak bisa jauh dari kebenaran," tambahnya.

Ia bahkan meminta pihak PBB melakukan investigasi langsung ke Xinjiang untuk membuktikan tuduhan tersebut.

“Pintu menuju Xinjiang selalu terbuka. Orang-orang dari banyak negara yang sudah mengunjungi Xinjiang telah mempelajari fakta dan kebenaran di lapangan. China juga menyambut Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (PBB) untuk mengunjungi Xinjiang,” tukasnya.

AS, Uni Eropa, Inggris dan Kanada Kompak Jatuhkan Sanksi Baru buat Rezim Lukashenko

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia