logo


Pakistan Minta AS Cari Solusi buat Konflik Taliban-Afghanistan

PM Pakistan mengaku khawatir jika konflik Afghanistan bisa menjadi semakin buruk jika AS tak segera temukan solusi sebelum tarik pasukan

22 Juni 2021 18:29 WIB

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan Al Jazeera

ISLAMABAD, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan telah meminta Amerika Serikat untuk menemukan langkah penyelesaian secara politik konflik Afghanistan sebelum menarik diri dari negara itu. Khan menegaskan bahwa Pakistan kemungkinan tidak akan bersedia menampung pasukan militer AS untuk digunakan melawan negara lain.

“Sebelum mereka (pasukan AS) pergi, harus ada penyelesaian,” kata Khan dalam sebuah wawancara dengan Axios, mengacu pada batas waktu 11 September yang ditetapkan oleh pemerintah AS untuk menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan.

“Penyelesaian politik di Afghanistan bisa saja dengan membentuk sebuah pemerintahan koalisi. Sebuah pemerintahan dari pihak Taliban dan pihak lain (pemerintah Afghanistan). Tidak ada solusi lain,” tambahnya.


Putin-Biden Baikan, Dubes AS Ngantor Lagi di Moskow

Dalam wawancara tersebut Khan mengaku sangat khawatir jika konflik Taliban-Afghanistan bisa berubah menjadi "perang saudara" yang sangat buruk jika pasukan koalisi keluar dari Afghanistan.

“Jika Taliban mengejar kemenangan habis-habisan, akan ada pertumpahan darah yang luar biasa dan, izinkan saya memberi tahu Anda, negara yang paling menderita setelah Afghanistan adalah Pakistan,” katanya.

Khan juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ijin bagi AS untuk membangun pangkalan militernya di Pakistan guna mendukung pasukan militer pemerintah Afghanistan.

"Tidak mungkin kami akan mengizinkan pangkalan (militer) apa pun, atau tindakan apa pun dari wilayah Pakistan ke Afghanistan," tegasnya. "Sama sekali tidak."

“Kami akan menjadi mitra dalam damai, bukan dalam konflik,” tukasnya.

Moskow Ingin Baikan dengan Washington, Dubes Rusia: Tergantung pada Kemauan Politik AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia