logo


Ingin Populerkan Salam Pancasila, Megawati: Mengingatkan Kita Kembali Sebagai Nasionalis

Setelah salam merdeka, menurutnya lebih baik dilanjutkan dengan 'Salam Pancasila'

22 Juni 2021 12:45 WIB

Presedential Lecture Internalisasi Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Presedential Lecture Internalisasi Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019). jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ingin mempopulerkan 'Salam Pancasila' demi mengingatkan rakyat pentingnya nasionalisme dan persatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat meresmikan baileo atau rumah ada Maluku, monumen, dan Jalan Ir Soekanrno di Masohi, Maluku Tengah, secara virtual pada Senin (21/6).

"Dulu saya pekikkan 'merdeka', orang menertawakan saya. Katanya, sudah merdeka, kenapa pekik-pekik merdeka? Itu sebenarnya saya lakukan untuk mengingatkan bahwa kita adalah bangsa merdeka. Jangan mau dijajah lagi," kata Megawati.


Ramai Pertanyaan Pilih Alquran atau Pancasila, Feri: Novel Sudah Pasti Bukan Teroris

Setelah salam merdeka, menurutnya lebih baik dilanjutkan dengan 'Salam Pancasila'.

"Kalau sekarang saya mau banyak menyebutkan Salam Pancasila. Saya hendak mempopulerkannya. Karena setelah merdeka, kita punya dasar negara Pancasila. Untuk mengingatkan kita kembali sebagai nasionalis yang cinta pada negara ini," ujarnya.

Megawati bercerita dirinya ditugaskan Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) agar Pancasila tak hanya diucapkan tapi juga benar-benar hidup dalam hari dan dilaksanakan.

Megawati menceritakan pengalamannya menjadi wakil presiden RI harus menangani konflik di berbagai wilayah di Indonesia.

"Saya mungkin satu-satunya perempuan yang pernah naik kapal perang yang hampir 10 hari karena tak boleh tinggal di daratan. Itu karena saya punya dedikasi, tak mau rakyat Indonesia bertempur satu dengan yang lain," uja Megawati.

"Kenapa kita tak merasakan sisi gotong royong itu juga toleransi? Mengapa kita tak membumikan bahwa perbedaan agama itu bisa, oleh masing-masing orang, bahwa kepercayaan masing-masing orang itu kan urusan pribadi?" lanjutnya.

Megawati: Saya Dilockdown oleh Anak-anak, Tidak Boleh Kemana-mana Selama 1,5 Tahun

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata