logo


Pandemi Ubah Paradigma Masyarakat, Menko PMK Sebut Kesadaran Jaga Kesehatan dan Kedisiplinan Meningkat

Menko PMK mengatakan bahwa perubahan paradigma dan pembentukan karakter perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat baik dengan kesadaran maupun paksaan.

22 Juni 2021 08:29 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy saat mengisi orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-40 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Senin (21/6/2021).\n
Menko PMK Muhadjir Effendy saat mengisi orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-40 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Senin (21/6/2021). Humas Kemenko PMK

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa budaya dan karakter sangat melekat pada diri manusia. Pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan selama pandemi Covid-19 dapat terbentuk menjadi sebuah karakter. Ia menyebut pandemi meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan dapat membentuk karakter terutama jiwa kedisiplinan.

"Dalam suasana prihatin Covid-19, sudah banyak sekali perilaku positif seperti mengubah paradigma. Memang masih ada di lapangan yang tidak disiplin prokes (protokol kesehatan), tidak mau taat peraturan, protes, itu perlu waktu," ujarnya saat mengisi orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-40 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Senin (21/6/2021).


Pakar Minta Pemerintah Radikal Tangani Covid, DPR: Perlu Dikaji Dulu

Menko PMK mengatakan bahwa perubahan paradigma dan pembentukan karakter perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat, yaitu melalui pendekatan kesadaran ataupun pendekatan secara coercive atau paksaan.

Namun demikian, menurutnya, pendekatan kesadaran akan jauh lebih efektif untuk diterapkan di lingkungan masyarakat Tanah Air. Meskipun tak dimungkiri, kadangkala pendekatan coercive juga perlu dilakukan untuk lebih mempertegas.

"Yang bagus itu penyadaran, tapi dua-duanya tentu harus beriringan. Adakalanya pendekatan coercive juga perlu, masyarakat harus ditegasi dulu agar bisa menumbuhkan kesadaran," tutur Menko PMK.

Lebih lanjut, mahasiswa dan seluruh civitas akademika perguruan tinggi juga diharapkan dapat berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat. Kesadaran untuk membangun karakter dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

"UWKS di usia 40 tahun sudah melahirkan alumni yang banyak dan andal. Heavy dari pendidikan di UWKS ini juga dari dulu medik kedokteran dan itu saya kira pikiran yang sangat stategis, terutama dalam kaitannya dengan keterlibatan UWKS di sektor pembangunan kesehatan. Di sinilah juga pentingnya peran dari perguruan tinggi," pungkasnya.

Megawati: Saya Dilockdown oleh Anak-anak, Tidak Boleh Kemana-mana Selama 1,5 Tahun

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati