logo


Presiden Baru Iran: Kebijakan Luar Negeri Kami Tidak Akan Terbatas pada Kesepakatan Nuklir

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai presiden Iran, Ebrahim Raisi, mengatakan bahwa Iran tidak akan melanjutkan negosiasi dengan AS perihal perjanjian nuklir jika AS tidak menjamin kepentingan nasional Iran

21 Juni 2021 20:46 WIB

Presiden Iran Ebrahim Raisi
Presiden Iran Ebrahim Raisi Al Jazeera

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Presiden Iran yang baru saja terpilih, Ebrahim Raisi, mengatakan bahwa di bawah pemerintahannya, Iran akan terus terlibat dalam pembicaraan mengenai pemulihan perjanjian JCPOA, atau yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran. Namun, ia menegaskan bahwa diplomasi Iran tidak hanya akan terbatas pada perjanjian nuklir tersebut.

"Kebijakan luar negeri kami tidak akan terbatas pada kesepakatan nuklir. Kami akan berinteraksi dengan dunia. Kami tidak akan mengikat kepentingan rakyat Iran dengan kesepakatan nuklir," kata Raisi dalam konferensi pers, dikutip Sputniknews.

Lebih lanjut, Raisi mengatakan bahwa Teheran tidak berencana untuk mengadakan pembicaraan nuklir hanya demi negosiasi. Ia menekankan bahwa hasil pembicaraan harus sesuai dengan kepentingan nasional Iran. Dia mencatat bahwa program rudal Iran tidak dapat menjadi bagian dari negosiasi ini, meskipun di masa lalu, AS telah menyarankan bahwa memberlakukan batasan pada program rudal Iran mungkin akan menjadi bagian dari perjanjian nuklir yang diperbarui.


Utusan AS untuk Korut Berharap Kim Jong-un Bersedia Dialog dengan Washington soal Denuklirisasi

"Kami tidak bermaksud untuk merundingkan kesepakatan nuklir jika mereka tidak menjamin kepentingan negara kami," tambahnya.

Raisi juga mengecam keputusan AS mengundurkan diri dari perjanjian nuklir pada 2018 lalu. Ia menilai Washington telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian tersebut dengan menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Meski demikian, Raisi mengatakan bahwa saat ini dirinya tidak berkeinginan untuk bertemu dengan Presiden AS Joe Biden guna membahas mengenai pencabutan sanksi.

AS Bilang China Bakal Terkucilkan, Begini Reaksi Beijing

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia