logo


Pemerintahan Bolsonaro Tak Niat Beli Vaksin Covid-19, Warga Brazil: Genosida

Warga Brazil menggelar aksi demonstrasi di sejumlah kota di seluruh negara bagian pada akhir pekan lalu untuk memprotes sikap pemerintahan Bolsonaro yang tidak tanggap dalam menghadapi situasi pandemi

21 Juni 2021 17:19 WIB

Warga Brazil gelar unjuk rasa memprotes sikap pemerintahan Jair Bolsonaro yang dinilai lamban dan tidak tanggap terhadap situasi Covid-19
Warga Brazil gelar unjuk rasa memprotes sikap pemerintahan Jair Bolsonaro yang dinilai lamban dan tidak tanggap terhadap situasi Covid-19 istimewa

RIO DE JANEIRO, JITUNEWS.COM - Ribuan warga Brazil melakukan aksi demonstrasi di sejumlah kota pada Sabtu akhir pekan lalu untuk menyampaikan protes mereka atas sikap dan upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro dalam menghadapi situasi wabah Covid-19.

Warga menilai sikap pemerintah Brazil yang selama ini kurang responsif dan tidak tegas dalam mengambil kebijakan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus, telah membuat jumlah kematian akibat infeksi Covid-19 di Brazil menembus 500 ribu.

“Kami memprotes pemerintah Bolsonaro yang (tampaknya) berupaya untuk melakukan genosida dengan tidak membeli vaksin dan tidak melakukan apa pun untuk melindungi rakyatnya (dari wabah Covid-19) pada tahun lalu,” kata Aline Rabelo, salah satu demonstran, dikutip Reuters.


China Harus Kerja Sama dalam Penyelidikan Covid-19 atau Terancam Dikucilkan

Menurut data Kementerian Kesehatan Brazil, jumlah warganya yang sejauh ini sudah menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 baru mencapai 11 persen.

Sementara itu, sejumlah media Brazil melaporkan bahwa aksi protes tersebut digelar di sejumlah kota di seluruh 26 negara bagian, termasuk di ibukota, Brasilia.

"Ada setengah juta alasan untuk menggulingkan (Presiden) Bolsonaro," salah satu spanduk yang dibawa oleh para demonstran di Sao Paulo.

Sementara itu, sikap Jair Bolsonaro yang meremehkan efek buruk Covid-19 telah membuat tingkat elektabilitasnya menurun drastis, dimana pada survei yang digelar pada bulan Mei lalu, elektabilitasnya hanya mencapai 24 persen. Sementara rival politiknya, yakni mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, kini menjadi kandidat diunggulkan dalam pilpres 2022.

Angka Kematian Covid-19 di Brazil Tembus 500 Ribu, Pakar Kesehatan Ketar-ketir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia