logo


Sebut Soal Pancasila atau Al-Quran Pertanyaan Berat, BKN: Kami Ingin Lihat Responnya, Bukan Jawabannya

BKN menegaskan bahwa pertanyaan pilih Al-Quran atau Pancasila bukan pada perkara agamanya atau Pancasilanya

21 Juni 2021 09:07 WIB

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana Dok

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Bima Haria Wibisana buka suara terkait pertanyaan pilih Pancasila atau Al-Quran di teswawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status pegawai menjadi ASN. Ia menyebut pertanyaan tersebut tergolong pertanyaan yang berat karena biasa digunakan untuk merekrut teroris.

"Ini sebetulnya pertanyaan berat. Kalau ada seseorang yang ditanya asesor pilih Al-Quran atau Pancasila maka dia termasuk kategori berat," kata Bima seperti dilansir Antara, Senin (21/6/2021).

Bima mengatakan bahwa pertanyaan tersebut diajukan untuk melihat respon dari peserta. Ia mengatakan apabila peserta memiliki pemahaman agama yang terbatas, menurutnya peserta akan memilih agama. Namun apabila peserta memiliki pemahan agama yang lebih, menurutnya peserta akan bingung. Pasalnya, dalam agama ada unsur Pancasila, begitu juga dengan Pancasila tidak bertentangan dengan agama.


Pastikan Tak Ada Pelanggaran Hak Asasi, Putri Gus Dur Desak Jokowi Batalkan Pemecatan 51 Pegawai KPK

"Jadi kebingungan inilah yang ditangkap oleh asesor sehingga mengetahui seseorang berada di level mana," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pertanyaan pilih Al-Quran atau Pancasila bukan pada perkara agamanya atau Pancasilanya. Namun lebih ditekankan pada respon peserta terhadap pertanyaan tersebut.

"Perlu diketahui sebenarnya yang ingin dilihat asesor adalah respons dari pertanyaan bukan jawabannya," tegasnya.

 

Blak-blakan soal Polemik TWK, Firli Bahuri: Kami Tidak Pernah Bawa Rasa Dendam

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati