logo


Data BOR di DKI 90 Persen Jauh Diatas Standar WHO, PDIP: Apa Pertimbangan Anies Tak Tarik Rem Darurat?

PDIP menilai kondisi Covid-19 di DKI Jakarta saat ini jauh lebih parah ketimbang sebelum adanya PSBB pada tahun 2020

21 Juni 2021 05:30 WIB

Anies Baswedan
Anies Baswedan Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus PDIP, Charles Honoris mengaku heran dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak menarik rem darurat dengan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat Covid-19 mengalami lonjakan yang tinggi seperti saat ini. Ia pun mempertanyakan alasan Anies tak mengambil kebijakan tersebut.

"Kalau di awal pandemi dulu Gubernur Anies menjadi yang paling awal dan rajin menarik rem darurat bagi wilayahnya, apa yang menjadi pertimbangan Anies sekarang belum melakukan hal yang sama," kata Charles seperti dilansir Antara, Minggu (20/6/2021).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu mengatakan bahwa saat ini data harian keterisian tempat tidur (BOR) di DKI mencapai 90 persen. Angka tersebut, kata dia, sudah jauh di atas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Covid-19 Naik, Ngabalin Sebut Tidak Mudah bagi Jokowi Teriak Lockdown

"Ini membuat DKI menjadi provinsi dengan BOR fasilitas kesehatan tertinggi secara nasional, atau dengan kata lain terancam kolaps," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai kondisi Covid-19 di DKI Jakarta saat ini jauh lebih parah ketimbang sebelum adanya PSBB yang diterapkan pada 16 Maret 2020 hingga 14 September 2020.

Kritik Airlangga yang Diam Saat Covid Naik, Faisal Basri: Pemerintah Bebal, Ekonomi Terus yang Diurus

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati