logo


Kritik Airlangga yang Diam Saat Covid Naik, Faisal Basri: Pemerintah Bebal, Ekonomi Terus yang Diurus

Menurutnya, selama ini Airlangga terlalu fokus memikirkan dampak ekonomi ketimbang kesehatan.

21 Juni 2021 05:00 WIB

Politikus dan ekonom Faisal Basri
Politikus dan ekonom Faisal Basri Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ekonom senior Faisal Basri mengkritik Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto yang diam saat kasus Covid-19 mengalami lonjakan. Menurutnya, selama ini Airlangga terlalu fokus memikirkan dampak ekonomi ketimbang kesehatan.

"Indonesia butuh panglima perang Covid-19, tapi siapa? Panglima tertinggi kan Presiden, panglima perang Covid-19 itu Menko Perekonomian, jadi yang diurus ya ekonomi. Apa-apa ekonomi, sekarang (kasus naik) dia diam membisu," kata Faisal dalam dalam Konferensi Pers 'Desakan Emergency Responses: Prioritas Keselamatan Rakyat di Tengah Pandemi' dalam YouTube, Minggu (20/6/2021).

Faisal menilai bahwa keseimbangan sektor ekonomi dan kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 adalah hal yang keliru. Menurutnya, penanganan dalam sektor ekonomi tidakakan mengatasi penyebaran virus Covid-19. Ia menegaskan bahwa penanganan dalam sektor kesehatan adalah hal yang perlu diprioritaskan.


Covid-19 Menerjang, Sandiaga Uno Semangati Pelaku Wisata

"Kesehatan adalah prasyarat pertumbuhan ekonomi. Tapi pemerintah seperti bebal. Ekonomi terus (yang diurus). Kalau kita selesaikan tuntas sesuai kaidah ilmu (kesehatan), itu niscaya ongkos ekonominya akan lebih murah dibanding membalik logikanya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemerintah mengambil kebijakan lockdown untuk memutus penyebaran Covid-19. Menurutnya, kebijakan harus diambil berdasarkan data saintifik bukan dari orientasi ekonomi.

"Kalau lockdown itu kan dua minggu. Serahkan ke ahlinya, (para pakar kesehatan). Ekonom tinggal mengurus apa apa yang harus diantisipasi, ini juga sudah sesuai dengan Undang-undang," pungkasnya.

Covid-19 Naik, Ngabalin Sebut Tidak Mudah bagi Jokowi Teriak Lockdown

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati