logo


Tanggapi Busyro Muqoddas, PPP: Ungkapan Komisaris untuk Jongos Itu Terlalu Kasar

Busyro Muqoddas menuding Pemerintahan Presiden Joko Widodo melumpuhkan KPK dan bagi-bagi komisaris BUMN untuk jongos rezim.

20 Juni 2021 15:45 WIB

Achmad Baidowi
Achmad Baidowi Istimewa

"Ungkapan komisaris untuk jongos itu terlalu kasar dan kurang elok disampaikan oleh seorang tokoh yang berpendidikan tinggi. Jabatan komisaris merupakan kewenangan dari pemilik saham yakni kementerian BUMN, yang tidak semua orang bisa masuk tapi harus memiliki kualifikasi tertentu. Bukan juga seperti ibarat mencomot orang di pinggir jalan, tapi sudah hasil seleksi dari kementerian," jelasnya.

Sebelumnya, Busyro Muqoddas melihat aksi pelumpuhan KPK sebagai kisah sukses pemerintahan Jokowi dan DPR.

"Itu melumpuhkan KPK dengan sempurna. Bisa dikatakan sebagai success story dari Pak Jokowi," kata Busyro dalam diskusi daring Agenda Mendesak Penguatan KPK yang digelar Fisipol UMY, Sabtu (19/6).


Relawan Dorong Jokowi 3 Periode, Pengamat: Menjerumuskan

Ia juga menyinggung soal bagi-bagi jabatan komisaris di BUMN.

"Jabatan-jabatan yang terkait dengan fasilitas kenegaraan yang melanggar prinsip the right man on the right job. Ya komisaris-komisaris dan sejenisnya itu," kata Busyro.

"Itu hanya mainan-mainan saja bagi mereka yang diharapkan akan mendukung pada 2024 mendatang dan bagi mereka yang kemarin sudah berjasa sebagai jongos-jongos politik pada periode pemilu lalu," lanjutnya.

BKN Jelaskan Soal Pilihan Pancasila atau Alquran, Apa Kata Novel Baswedan?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata