logo


Relawan Dorong Jokowi 3 Periode, Pengamat: Menjerumuskan

Relawan mendukung wacana Joko Widodo-Prabowo Subianto di 2024

20 Juni 2021 13:45 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Relawan mendukung wacana Joko Widodo-Prabowo Subianto di 2024. Pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menilai pihak yang mendorong Jokowi 3 periode adalah pengkhianat reformasi.

"Saya sih mendukung apa yang disampaikan Bang Fadjroel dan Pak Jokowi, harusnya memang tidak perlu lagi ada wacana lebih dari 2 periode. Jadi kalau ada yang mau lebih dari itu ya menurut saya dia ini adalah pengkhianat reformasi, menginginkan nepotisme, korupsi dan kolusi tumbuh subur di Indonesia, dan selanjutnya menjerumuskan Pak Jokowi gitu," kata Hendri Satrio seperti diberitakan Detikcom, Minggu (20/6).

Menurutnya, penolakan dari Jokowi menunjukkan ada pihak yang mencari keuntungan dari kepemimpinan Jokowi. Hendsar menilai wajar jika Jokowi marah dengan adanya upaya yang menjilat dirinya dengan mendorong menjadi presiden 3 periode.


Tolak Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Ini Alasan Denny Siregar

"Ya menurut saya juga Pak Jokowi merasa ada beberapa pihak yang berusaha cari muka, mendapatkan keuntungan dari kepemimpinan dia sebagai presiden gitu. Jokowi ini kan pilihan rakyat, jadi pasti marah dia kalau ada yang ngejilat-jilat begitu, dia ini kan orang kerja, nggak suka memang dijilat-jilat, nggak suka ada yang cari muka. Jadi jangan lah apapun alasannya, jangan kemudian perjuangan reformasi dikhianati, jangan juga Pak Jokowi dijerumuskan apapun alasannya," katanya.

"Sebetulnya kan alasan kelompok ini menjilat-jilat itu ya ingin Pak Jokowi 3 periode lagi ya mungkin dia punya tujuan-tujuan pribadi lah. Mau jadi komisaris kali," lanjutnya.

Menurutnya, alasan isu keterbalahan seperti yang disampaikan relawan hanya bungkus di balik keinginan pribadi mereka.

"Kalau alasannya keterbelahan, masih ada waktu untuk bisa menyelesaikan keterbelahan, percayakan ke Pak Jokowi, Pak Prabowo pun ada di kabinet, jadi nggak ada alasan untuk mendorong mereka berdua tampil lagi berpasangan dengan melanggar UUD 1945," tutur Hensat.

"Isu keterbelahan itu jadi bungkus aja untuk melanggengkan dan menginginkan kekuasaan lebih jauh dari Pak Jokowi. Ini penikmat kekuasaan Pak Jokowi aja ini orang-orang ini," lanjutnya.

Covid-19 Naik, Ngabalin Sebut Tidak Mudah bagi Jokowi Teriak Lockdown

Halaman: 
Penulis : Admin