logo


Turki Ingin Jaga Keamanan Bandara Kabul, Rusia: Ini Pelanggaran

Diplomat Rusia menilai rencana Turki menjadi pihak penjaga keamanan di bandara Kabul, Afghanistan, merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan dengan Taliban

19 Juni 2021 11:30 WIB

Bandara Kabul, Afghanistan
Bandara Kabul, Afghanistan istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Rencana Turki untuk menjaga bandara Kabul setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan bertentangan dengan kesepakatan dengan gerakan Taliban. Hal itu disampaikan oleh perwakilan khusus presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, pada Jumat (18/6).

"Tentu saja, ini pelanggaran," kata Kabulov, dikutip Sputniknews.

Diplomat tersebut mengaku ragu bahwa rencana Turki itu akan memiliki pengaruh yang signifikan pada situasi keamanan di Afghanistan secara umum.


Pengadilan Belgia Minta AstraZeneca Kirim 80 Juta Dosis Vaksin untuk Uni Eropa per Akhir September

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, diketahui sudah membahas rencana ini awal pekan ini di sela-sela KTT NATO.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa Ankara telah menawarkan untuk mengamankan bandara Kabul di Afghanistan setelah penarikan pasukan AS.

Pada 1 Mei lalu, pemerintah AS mengumumkan bahwa akan memulai penarikan pasukan dari Afghanistan dalam koordinasi penuh dengan sekutu, dimana proses tersebut akan selesai 11 September mendatang.

Antonio Guterres Kembali Terpilih sebagai Sekjen PBB

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia