logo


Antonio Guterres Kembali Terpilih sebagai Sekjen PBB

Majelis Umum PBB pada Jumat (18/6) kembali memilih Antonio Guterres untuk melanjutkan periode keduanya sebagai Sekertaris Jenderal PBB

19 Juni 2021 11:00 WIB

Sekjen PBB Antonio Guterres
Sekjen PBB Antonio Guterres istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Majelis Umum PBB kembali mempercayakan jabatan Sekertaris Jenderal kepada Antonio Guterres, dimana ia akan menjalani periode keduanya selama lima tahun ke depan mulai 1 Januari 2022.

Guterres pada Jumat mengatakan bahwa dukungan yang diberikan oleh majelis umum PBB tersebut telah memotivasinya untuk menangani segala permasalahan yang terjadi di dunia, mulai dari konflik, perubahan iklim, pandemi hingga kemiskinan dan ketidaksetaraan.

“Saya akan memberikan segalanya untuk memastikan tumbuhnya kepercayaan di antara negara-negara besar dan kecil, untuk membangun jembatan, dan untuk terlibat tanpa henti dalam membangun kepercayaan,” kata Guterres kepada Majelis Umum setelah mengambil sumpah jabatan, dikutip Al Jazeera.


Majelis Umum PBB Minta Myanmar Dijatuhi Sanksi Embargo Senjata

Para duta besar di ruang majelis bertepuk tangan saat Presiden Majelis Umum PBB, Volkan Bozkir, mengumumkan terpilihnya kembali Guterres dengan “aklamasi”, tanpa pemungutan suara.

Guterres menggantikan Ban Ki-moon pada Januari 2017, hanya beberapa minggu sebelum Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat. Sebagian besar masa jabatan pertama Guterres difokuskan untuk menenangkan Trump, yang mempertanyakan nilai PBB dan multilateralisme.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyambut baik terpilihnya kembali Antonio Guterres sebagai sekjen PBB. Blinken menilai Guterres selama ini merupakan sosok yang berorientasi hasil dan seorang pemimpin yang cakap.

"AS berharap untuk melanjutkan hubungan yang kuat dan konstruktif … saat kami memajukan tugas mendesak untuk mewujudkan dunia yang lebih damai dan masa depan yang sejahtera,” kata Blinken.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah jangkar yang sangat diperlukan dari sistem multilateral di mana negara-negara bekerja sama untuk memenuhi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, hak asasi manusia, pembangunan, migrasi, dan krisis kemanusiaan” tukasnya.

Pengadilan Belgia Minta AstraZeneca Kirim 80 Juta Dosis Vaksin untuk Uni Eropa per Akhir September

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia