logo


Pengadilan Belgia Minta AstraZeneca Kirim 80 Juta Dosis Vaksin untuk Uni Eropa per Akhir September

Jika AstraZeneca gagal memenuhi target pengiriman dosis vaksin Covid-19 untuk bulan Juli, Agustus dan September, AstraZeneca harus membayar denda €10 per dosis yang tidak mereka kirimkan

19 Juni 2021 10:30 WIB

vaksin Covid-19 AstraZeneca
vaksin Covid-19 AstraZeneca istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Pengadilan Belgia menyatakan bahwa AstraZeneca hanya perlu memasok 80 juta dosis vaksin Covid-19 kepada Uni Eropa, dari 120 juta dosis yang diminta oleh blok tersebut. Akan tetapi, perusahaan tersebut akan menghadapi denda jika gagal mencapai target pengiriman yang sudah ditetapkan.

Raksasa farmasi Inggris-Swedia itu pada awalnya berkomitmen untuk mengirimkan 300 juta dosis vaksin Covid-19 ke Uni Eropa pada akhir Juni ini, tetapi perusahaan mengatakan bahwa mereka terkendala masalah produksi sehingga hanya bisa mengirimkan 100 juta dosis.

Pada bulan Mei, Komisi Uni Eropa, meluncurkan gugatan kedua terhadap perusahaan tersebut atas dugaan kekurangan pasokan vaksin yang mereka kirimkan.


Pasca Pertemuan Biden-Putin, AS Bakal Bekukan Rencana Penjualan Senjata ke Ukraina

Pihaknya menuntut AstraZeneca menyediakan total 120 juta dosis vaksin Covid pada semester pertama 2021 dan 300 juta dosis pada akhir September mendatang.

Pada Kamis (17/6), seorang hakim di Pengadilan Tingkat Pertama di Brussels memutuskan bahwa perusahaan hanya perlu memberikan 80,2 juta dosis pada bulan September.

AstraZeneca tentunya menyambut baik keputusan itu dan mengklaim akan "secara substansial melebihi" target itu pada akhir Juni.

"Semua tindakan lain yang diminta oleh Komisi Eropa telah ditolak, dan khususnya Pengadilan menemukan bahwa Komisi Eropa tidak memiliki eksklusivitas atau hak prioritas atas semua pihak lain," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip RT.com.

Sementara itu, Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa pengadilan telah memerintahkan AstraZeneca untuk "segera" memberikan 50 juta dosis pada 27 September. Uni Eropa menilai keputusan hakim tersebut didasarkan pada "pelanggaran serius" AstraZeneca terhadap kewajiban kontraktualnya dengan mereka.

“Pengadilan juga menyatakan bahwa AstraZeneca seharusnya mengerahkan semua upayanya untuk mengirimkan vaksin dalam jadwal yang disepakati termasuk lokasi produksi Inggris yang disebutkan secara eksplisit dalam kontrak – terutama mengingat penundaan besar dalam pengiriman ke Uni Eropa,” kata Uni Eropa.

Pengadilan Belgia juga menyatakan jika AstraZeneca gagal memenuhi target pengiriman dosis vaksin Covid-19 untuk bulan Juli, Agustus dan September, AstraZeneca harus membayar denda €10 per dosis yang tidak mereka kirimkan.

Majelis Umum PBB Minta Myanmar Dijatuhi Sanksi Embargo Senjata

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia