logo


Pasca Pertemuan Biden-Putin, AS Bakal Bekukan Rencana Penjualan Senjata ke Ukraina

Politico melaporkan jika pemerintah AS akan menangguhkan rencana penjualan ke alutsista ke Ukraina senilai USD 100 juta

19 Juni 2021 09:30 WIB

Gedung Putih AS
Gedung Putih AS istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Gedung Putih untuk sementara waktu akan menangguhkan pengiriman paket bantuan militer ke Ukraina senilai hingga $100 juta, termasuk pengiriman sejumlah senjata mematikan. Hal itu dilaporkan oleh Politico.

Mengutip beberapa narasumber yang mengetahui situasi tersebut, bahwa poin-poin penting yang dipertimbangkan untuk paket tersebut mencakup sistem pertahanan udara jarak pendek, senjata kecil, senjata-senjata anti-tank.

Pada musim semi lalu, Dewan Keamanan Nasional AS diarahkan untuk menyatukan paket itu ketika Amerika Serikat semakin khawatir atas latihan militer besar-besaran Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina dan di Semenanjung Krimea.


WHO Sebut Varian Covid-19 Delta Sudah Menyebar ke 80 Negara dan Terus Bermutasi

“Tetapi para pejabat di Dewan Keamanan Nasional akhirnya menunda proposal tersebut setelah Rusia mengumumkan akan menarik pasukan yang ditempatkan di dekat Ukraina dan menjelang pertemuan puncak Presiden AS Joe Biden dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,” kata narasumber anonim kepada Politico.

Sementara itu, narasumber lainnya mengatakan jika paket itu masih utuh dan bisa dikirim ke Ukraina dengan cepat.

Tahun ini saja, AS telah menyetujui dua paket bantuan ke Ukraina senilai total $275 juta. Sejak Semenanjung Krimea bergabung kembali dengan Rusia pada tahun 2014, Amerika Serikat telah memberikan sekitar $2,5 miliar bantuan militer ke Ukraina, termasuk rudal anti-tank Javelin dan drone militer tak bersenjata.

Meski Berbahaya, Joe Bien Optimis Varian Covid-19 Delta Tak Bisa Bikin AS Lockdown Lagi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia