logo


WHO Sebut Varian Covid-19 Delta Sudah Menyebar ke 80 Negara dan Terus Bermutasi

Pakar WHO mengatakan bahwa varian Delta Covid-19 kini sudah menjadi strain dominan dan terus mengalami mutasi

18 Juni 2021 21:15 WIB

WHO
WHO istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Varian Delta Covid-19 yang pertama kali muncul di India, kini sudah menyebar luas ke lebih dari 80 negara di dunia dan terus mengalami sejumlah mutasi. Hal tersebut disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu pekan ini.

Sejumlah pejabat WHO juga mengatakan bahwa mereka telah menerima laporan jika varian mutasi Covid-19 ini telah menyebabkan gejala yang lebih parah dibanding varian Covid-19 sebelumnya. Namun diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk membuktikan laporan tersebut.

"Apa yang saya pikirkan adalah adanya mutasi tambahan yang sudah teridentifikasi," kata Maria Van Kerkhove, salah satu pakar WHO, dikutip CNBC.


Vladimir Putin Minta Dewan Keamanan Rusia Analisa Hasil Diskusinya dengan Joe Biden

WHO sendiri sudah menganggap varian Delta sebagai sebuah varian yang mengkhawatirkan pada awal Mei lalu.

Varian Delta belakangan ini juga sudah menjadi strain dominan di Inggris, dimana kasus infeksi yang disebabkan oleh varian mutasi ini sudah melebihi jumlah kasus infeksi yang disebabkan oleh varian B.117 yang muncul di Kent, Inggris selatan pada akhir tahun 2020 lalu.

Sementara itu, penasihat kesehatan pemerintah AS, Dr. Anthony Fauci, pada pekan lalu mengatakan bahwa ia sangat prihatin dan khawatir dengan peningkatan kasus infeksi yang disebabkan oleh varian Covid-19 Delta di Inggris. Ia juga terus mendorong warga AS untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19.

"Kita tidak dapat membiarkannya terjadi di Amerika Serikat," kata Fauci.

Cegah Varian Covid-19 Delta, Italia Berlakukan Aturan Karantina Khusus bagi Turis Asal Inggris

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia